Dimulai Kisruh PPDB, Asusila, Pungli Hingga Gratifikasi, Devie: Buruknya Sistem Pendidikan di Kota Bogor

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P. Sultani.

BOGOR-TODAY.COM – Dunia pendidikan di Kota Bogor kembali dikejutkan dengan kasus dugaan pungutan liar yang melibatkan Kepala Sekolah SDN 01 Cibeureum. Terduga langsung dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah setelah ditemui langsung oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya, Rabu (13/9/2023).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P. Sultani mengaku sedih. Pasalnya, belum usai kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dan SMA, kini muncul lagi kasus dugaan pungli dan gratifikasi di tingkat SD.

Devi merasa bahwa Kota Bogor benar-benar tercoreng dengan kejadian-kejadian yang terjadi di dunia pendidikan. Buruknya sistem pendidikan di Kota Bogor seakan mengatakan bahwa slogan Anti Pungliyang terpampang di spanduk-sapanuk setiap sekolah di Kota Bogor hanyalah basa-basi belaka.

BACA JUGA :  Dada vs Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Tidak hanya itu, Kepala Sekolah SDN 01 Cibeureum secara sepihak memecat salah satu guru honorer yang mengajar di sana, penyalahgunaan wewenang yang ditunjukkan oleh Kepala Sekolah SDN 01 ini, dalam pandangan Devi, merupakan bentuk kegagalan sistem pendidikan di Kota Bogor.

“Menurut saya menjadi PPDB tahun ini adalah yang terburuk dalam perjalanannya selama ini dan ternyata slogan-slogan anti pungli hanya menjadi Lip Service saja,” ujar Devie kepada awak media setelah mengikuti rapat Paripurna di DPRD Kota Bogor.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Sujatmiko, selaku kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menurut Devie harus bertanggungjawab. Pasalnya, Disdik yang berperan sebagai pembina sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan, ternyata tidak bisa memberikan gambaran positif di tahun ini. Sebab, selain kasus gratifikasi, terkuak pula kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru SD.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================