Museum Keliling Koleksi Kepresidenan Pamerkan Alunan Melodi Presiden

Wali Kota Bogor, Bima Arya saat mendatangi Museum Keliling Koleksi Kepresidenan.

BOGOR-TODAY.COM – Museum Keliling Koleksi Kepresidenan yang memamerkan Alunan Melodi Presiden di Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti dibuka sejak 18 Oktober 2023 hingga 24 Oktober 2023.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dari Museum dan Cagar Budaya Unit Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti bersama Kementerian Sekretariat Negara, Pusat Studi Arsip Kepresidenan Arsip Nasional Republik Indonesia, Pemerintah Kota Bogor, Yayasan Bung Karno, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Yayasan Habibie dan Ainun, Pojok Gus Dur, serta Irama Nusantara

Museum Keliling Koleksi Kepresidenan, Alunan Melodi Presiden ini dibuka oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama, Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Fitra Arda, Plt. Kepala Museum dan Cagar Budaya, Ahmad Mahendra, Kepala Biro Pengelolaan Istana, Dharmastuti Nugroho secara secara simbolis dengan menabuh gendang.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Bima Arya mengatakan Museum keliling ini menampilkan dimensi humanis, koleksi, penyanyi favorit dan lainnya, sebagai cara lain memperkenalkan dan mengenal pemimpin melalui hobi.

“Dan pendekatan ini untuk anak-anak sekarang Gen Z, milenial pendekatanya sangat cocok,” katanya, Rabu (18/10/2023).

Koleksi yang ditampilkan dalam Museum keliling ini diantaranya adalah tentang musik tradisi sebagai identitas bangsa seperti halnya musik Lenso awalnya merupakan musik tradisi yang berasal dari Maluku kemudian dipopulerkan oleh Presiden Soekarno dan dipromosikan sebagai alternatif terhadap musik luar, seperti tango, cha cha rock ‘n roll  yang sangat digemari muda-mudi di akhir dekade 1950-an dan awal dekade 1960-an.

Bahkan, Presiden Soekarno juga mempopulerkan Gamelan, yang dalam narasi museum keliling ini disebutkan pada 26 agustus 1965 Presiden Soekarno berpesan dalam pidatonya yang bertajuk bangunkan kebudayaan rakyat di Istana Negara menghendaki agar setiap desa memiliki gamelan.

BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

Di Kota Bogor saat ini juga sedang dibangun museum yang merupakan komitmen untuk menitipkan pada generasi muda tentang pentingnya masa lalu dan tentang pentingnya belajar dari pemimpin hebat di masa lalu.

“Ini kita ikhtiarkan secara maksimal. Di Bulan Desember Insya Allah ada dua museum yang akan selesai dibangun. Pertama museum di Batutulis depan Istana Batutulis di lokasi prasasti Batutulis sedang dibangun untuk menghidupkan kembali kebesaran kerajaan pajajaran, Kedua di Perpustakaan Kota Bogor juga dibangun satu lantai penuh Bumi Pariwara museum tentang pemimpin Bogor dari masa ke masa,” ujarnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================