Dapat Bantuan Pompa Air, Hery Antasari Dorong Kemandirian Pangan

Penerimaan hibah bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan).

BOGOR-TODAY.COM – Dua kelompok tani di Kota Bogor mendapatkan hibah bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan dalam program pompanisasi sawah tadah hujan.

Kelompok Tani yang menerima bantuan yakni Kelompok Tani Dewasa (KTD) Karya Tani Mandiri, Kelurahan Situ Gede dan Kelompok Tani Subur Makmur, Kelurahan Pasir Jaya.

Dengan adanya pompa ini, Endang Perwakilan dari KTD Karya Tani Mandiri optimis bisa meningkatkan hasil panen dan indeks penanaman. Sebab, biasanya dalam setahun ia bersama KTD Karya Tani Mandiri hanya bisa menanam satu hingga dua kali jika cuaca mendukung.

“Air ada tapi tidak sampai ke sawah kami, karena memang alirannya kecil. Jadi ketika curah hujan tinggi itu yang jadi andalan, tapi jika musim kemarau ya tidak bisa menanam, dipaksakan menanam juga tidak maksimal karena sawahnya kekeringan,” katanya usa menerima hibah bantuan, Rabu (15/5/2024).

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Dengan adanya hibah bantuan pompa air ini ia optimis bisa meningkatkan hasil panen dan indeks penanaman hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

“Mudah-mudahan tercapai, karena ini memang cita-cita untuk meningkatkan penanaman dan hasil panen. Jadi ketersediaan pangan juga kan bisa meningkat,” ucapnya.

Hibah bantuan pompa air ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Kementan dengan TNI, tentang Dukungan Pelaksanaan Pembangunan Pertanian guna mempercepat peningkatan produksi dan mengembalikan swasembada pangan dalam memperkuat pertanian guna menghadapi dan antisipasi terhadap dampak El Nino.

Secara simbolis hibah bantuan diserahkan Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari bersama Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Fikri Ferdian yang juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Chusnul Rozaki serta unsur wilayah dan TNI-Polri di Halaman Kantor DKPP Kota Bogor, Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan.

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mendorong agar momen ini dimanfaatkan sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan dan kedaulatan pangan.

Sehingga tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, namun dengan menggalang potensi yang ada di Kota Bogor, termasuk apa yang bisa dilakukan oleh Pemkot Bogor.

“Jadi peningkatan indeks penanaman menjadi dua atau tiga ini bisa dimanfaatkan secara optimal dalam peningkatan produksi dan kapasitas pertanian, khususnya pada tanaman padi dengan pengembangan ekonomi masyarakat melalui kelompok tani,” katanya.

Pembangunan pertanian, lanjut Hery untuk kedaulatan pangan menjadi prioritas pemerintah. Ada tiga parameter yang harus dicapai. Pertama, kebutuhan pangan ekonomi sebagai penghasil produksi dalam negeri. Kedua, kebijakan pangan yang dapat diatur secara mandiri. Ketiga, petani sebagai pelaku utama terlindungi dan kesejahteraannya terjamin.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================