BOGORTODAY.COM – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), remaja Indonesia berusia 13-18 tahun merupakan kelompok pengguna internet terbesar kedua di negara ini, dengan mayoritas menggunakan internet untuk mengakses media sosial (Medsos).
Namun, fenomena ini juga membawa risiko meningkatnya kekerasan daring di kalangan remaja.
Untuk terus mendukung pengalaman digital remaja yang aman, TikTok bersama organisasi nirlaba Sejiwa Foundation melakukan seminar di SMK Negeri 3 Kota Bogor, Senin (11/11/2024). Dengan tema program Seru Berkreasi dan #SalingJaga di TikTok.
Program ini merupakan roadshow edukasi ke enam sekolah di wilayah Jabodetabek dengan menghadirkan sesi yang berbeda baik untuk para siswa remaja maupun untuk orang tua serta wali.
Untuk sesi orang tua dan wali, TikTok bersama Sejiwa Foundation memberikan panduan tentang pentingnya peran orang tua dalam mendampingi perjalanan digital kreatif anak remajanya, serta mendengarkan tips dari kreator parenting.
Founder Sejiwa Foundation, Diena Haryana menjelaskan, kami bersama TikTok untuk bisa sama sama menyuarakan keamanan remaja di ruang digital. Bagaimana kita mengajak para remaja agar menggunakan platform TikTok untuk berkreasi.
“Karena sebenarnya para remaja penuh ide. Nah ini yang pingin kita tingkatkan. Tetapi kita juga mengingingkan mereka itu saling jaga, artinya mereka perlu memperhatikan kesejahteraan digital dan keamanan digital,” ujar Diena kepada Bogortoday.com, Senin (11/11/2024).
Diena menyampaikan bahwa komunikasi itu sangatlah penting. Bagaimanapun ada berbagai cara untuk mendekati orang tua kepada remaja, sehingga orang tua bisa dekat atau top of mind.
“Orang tua perlu melakukan parenting yang asik dan funky. Asik bergaul bagi remaja, sehingga pesannya diingat selalu,” kata Diena.
Faktanya, lanjut Diena, tidak banyak yang diketahui tentang TikTok, seperti halnya dengan semua platform. TikTok memiliki keamanan yang sangat kuat untuk anak-anak, tetapi selalu orangtua yang mengundang anak-anak mereka ke media sosial, meskipun faktanya anak di bawah usia 14 tahun itu dilarang.
“Tiktok bukan untuk menampilkan hal-hal buruk, karena banyak hal kreatif yang bisa digunakan untuk branding,” tegasnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMKN 3 Kota Bogor, Tatang Komarudin mengatakan, kegiatan sosialisasi ini ditujukan kepada para siswa dan orang tua untuk menggunakan platform digital secara bijak, khususnya media sosial.
Menurutnya, hal ini untuk menyamakan pemahaman orang tua terhadap penggunaan media sosial oleh anak di rumah. Selama ini banyak yang berlebihan dalam bermain game online dan aktivitas lainnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















