Daerah Rawan Banjir di Jawa Timur Saat Musim Pancaroba

Ilustrasi banjir

BOGORTODAY.COM – Indonesia tengah memasuki musim pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengingatkan masyarakat akan potensi bencana seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

Beberapa wilayah dengan risiko tinggi telah dipetakan, termasuk Pasuruan, Sampang, Bangkalan, Lamongan, Nganjuk, dan Mojokerto.

Berikut wilayah rawan banjir di Jawa Timur yang menjadi perhatian utama:

  1. Kabupaten Pasuruan

Pasuruan menempati posisi rawan banjir di Jawa Timur, dengan sembilan kecamatan masuk zona rawan.

  • Zona banjir: Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Rembang, Rejoso, Gondangwetan, Winongan, dan Nguling.
  • Angin puting beliung: Bangil, Purwodadi, dan Beji.

Riwayat banjir menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2021, sebanyak 83 desa atau kelurahan terdampak banjir, meningkat dari 72 desa pada 2020.

  1. Kabupaten Sampang
BACA JUGA :  PB Porprov Kota Bogor Matangkan SOP Pembagian Tugas Tiap Bidang

Sampang di Pulau Madura kerap menjadi wilayah yang terdampak banjir serius setiap tahun.

  • Pada 2021, 14 desa terdampak banjir, meningkat dari lima desa pada 2020.
  • Banjir Maret 2024 merendam 16 desa di empat kecamatan, menambah daftar panjang kasus banjir di wilayah ini.
  1. Kabupaten Bangkalan

Bangkalan mencatat peningkatan wilayah terdampak banjir.

  • Pada Maret 2024, enam kecamatan terdampak, termasuk Blega yang mengalami banjir terparah dengan 12 lokasi.
  • Data menunjukkan fluktuasi sejak 2019, dengan jumlah desa terdampak berkisar antara lima hingga sembilan desa per tahun.
  1. Kabupaten Lamongan

Lamongan mencatat kasus banjir tertinggi di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.

  • Pada 2021, sebanyak 104 desa terdampak banjir, meningkat dari 65 desa pada 2019.
  • Banjir pada Maret 2024 melanda 15 desa di empat kecamatan, termasuk Babat, Laren, Maduran, dan Kalitengah.
  1. Kabupaten Nganjuk
BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

Banjir di Nganjuk terus meningkat dari tahun ke tahun.

  • Pada 2021, sebanyak 62 desa terdampak banjir, melonjak dari 42 desa pada 2020.
  • November 2024, Desa Mlorah terendam banjir setinggi 50 cm, sementara pada April 2024, empat desa di Kecamatan Lengkong juga terendam.
  1. Kabupaten Mojokerto

Mojokerto menghadapi tantangan serupa dengan wilayah lain.

  • Pada 2021, sebanyak 29 desa terdampak banjir, meningkat dari 20 desa pada 2020.
  • Maret 2024, banjir besar melanda Desa Lebak Jabung, Kedunggempol, Modopuro, dan Balongmasin, menyebabkan kerugian signifikan.

Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================