BOGORTODAY.COM – Setelah hampir lima tahun ditutup akibat erupsi dahsyat yang terjadi pada 2020, pendakian Gunung Semeru akhirnya dibuka kembali untuk para pendaki. Meskipun demikian, para pendaki tidak diizinkan untuk mencapai puncak Mahameru yang terkenal, demi alasan keamanan.
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag) Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Septi Eka Wardhani, menjelaskan bahwa pendakian hanya diperbolehkan hingga Ranukumbolo, dan kuota pendaki dibatasi hanya 200 orang per hari.
“Kuota yang ditentukan adalah 200 orang per hari, dan setiap pendaki wajib didampingi oleh Pemandu Pendakian Gunung Semeru (PPGST) yang telah dilatih khusus,” ujar Septi, Rabu (25/12/2024).
PPGST, yang berfungsi sebagai pemandu resmi, bertugas mendampingi pendaki dan memastikan tidak ada yang melanggar aturan untuk menuju puncak Mahameru, yang tetap tertutup demi keselamatan. Pendaki juga wajib membeli tiket secara daring melalui situs resmi BB TNBTS dan memenuhi persyaratan seperti surat keterangan sehat.
Harga tiket masuk untuk pendaki lokal dibedakan antara hari biasa dan akhir pekan. Tiket masuk untuk pendaki lokal dikenakan biaya Rp20.000 per hari untuk hari biasa dan Rp30.000 untuk akhir pekan.
Selain itu, terdapat biaya untuk tiket hiking sebesar Rp20.000 per orang per hari, tiket camping Rp5.000 per hari, dan asuransi seharga Rp4.000. Sedangkan untuk pendaki mancanegara, tiket masuk dipatok Rp200.000 per orang, dengan biaya lainnya mengikuti tarif yang sama.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















