Manajemen Chengli dan Disiplin Ketat

34Iwan-Setiawan-LukmintoAPA yang membuat PT Sri Rejeki Is­man (Sritex) Tbk terus tumbuh dan tidak ada matinya? Tidak ada yang bisa menjawab secara pasti, apalagi jiga dikaitkan dengan kondisi eko­nomi yang sedang melemah dan banyak perusahaan lain melakukan PHK.

Namun, HM Lukminto bebera­pa bulan sebelum meninggal du­nia pernah memberikan penjela­san tentang cara dia membangun usaha dari dua kios tekstil di Pasar Klewer Solo hingga menjadi raksasa tekstil di kawasan Asia. ‘’Saya berusaha keras mem­praktikan manajemen cheng-li,’’ katanya.

Yang dimaksud manaje­men cheng-li oleh Lukminto adalah menerapkan prisnsip fairness dalam menjalankan kerjasama dengan siapapun. Termasuk dengan para su­player kecil-kecil. Bagi Lukminto, siapapun yang men­jadi mitra kerja harus mendapat­kan untung yang sama dengan dia. Artinya, kedua belah pihak harus sama-sama senang, sama-sama puas. ‘’Kalau saya dapat sepuluh perak dan merasa senang, maka mitra saya juga harus dapat yang setara dengan itu,’’ ujar Lukminto.

BACA JUGA :  Apple Umumkan iOS 27 dan macOS 27, iPhone 11 Masih Kebagian Update

Prinsip cheng-li benar-benar dipegang teguh oleh Lukminto. Dia tidak akan mau menjalin ker­jasama atau berdagang dengan orang yang dia agak bo-chengli, yaitu orang-orang yang ingin me­nang sendiri, untung besar sendiri. ‘’Kita tidak boleh berteman den­gan orang-orang bo-chengli, nanti susah,’’ ujarnya.

Selain itu, Lukminto juga men­erapkan disiplin yang sangat ketat dalam segala hal. Mulai dari jam masuk kerja, seragam kantor, hingga urusan upacara bendera setiap tang­gal 17 di halaman pabrik yang sangat luas. Dalam soal disiplin, Lukminto pernah mengusir CEO Sritex Iwan Setiawan dari ruang rapat gara-gara Iwan salah mengenakan baju serag­am. Seharusnya, baju seragam yang dikenakan pada hari Senin adalah seragam baru warna biru muda (te­lor asin), tetapi Iwan mengenakan seragam lama warna biru langit. Pa­dahal, selain CEO Sritex, Iwan juga anak kesayangan Lukminto. ‘’Disiplin itu segala-galanya. Kita tidak akan pernah maju kalau tidak bisa disip­lin,’’ katanya.

BACA JUGA :  Perbandingan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik: Kelebihan, Kekurangan, dan Pertimbangan Sebelum Membeli

Lukminto juga akan marah besar jika para Satpam yang jaga di pintu keluar area pabrik tidak memeriksa dan membuka bagasi mobil yang keluar, termasuk mo­bil yang dinaiki Lukminto, istrinya, dan anak-anaknya. Seorang Sat­pam bisa dipecat gara-gara lupa memeriksa bagasi mobil Lukminto yang akan keluar pabrik.

(Alfian MujanI)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================