Pungli Gerogoti Pariwisata Puncak Bogor, Okupansi Hotel Terjun Bebas

Razia Pak ogah di Alternatif Puncak
Muspika Kecamatan Megamendung dan Petugas Keamanan Saat Lakukan Razia Pak Ogah di Jalan Alternatif Puncak. Foto. istmw

BOGORTODAY.COM – Praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum joki di jalan alternatif Puncak, Kabupaten Bogor, memberikan dampak serius bagi sektor pariwisata setempat. Okupansi hotel selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tercatat mengalami penurunan signifikan, mencapai 20 persen.

Boboy Ruswanto, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mengungkapkan bahwa angka hunian hotel selama musim liburan cenderung lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Bogor Tepis Tudingan Intervensi Proses SHGB PT BSS

“Turun 20 persen,” katanya, Jumat (03/01/2025).

Penurunan ini, menurutnya, sangat dipengaruhi oleh adanya praktik pungli yang terjadi di jalur utama menuju kawasan Puncak, yang seringkali menjadi destinasi favorit bagi wisatawan.

Boboy juga menyayangkan insiden pungli yang melibatkan oknum-oknum yang bertugas sebagai joki di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Bernard Siap Bawa HIPMI Kabupaten Bogor Dukung Ketahanan Pangan

“Ini adalah tanggung jawab pemerintah. Kami, PHRI, dan masyarakat hanya bisa menyayangkan terjadinya peristiwa ini,” tambahnya.

Pungli yang melibatkan oknum joki di jalur Puncak sempat mencoreng citra kawasan wisata ini, yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman bagi para wisatawan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================