Penemuan Asteroid 2024 YR4: Peluang 1% Menabrak Bumi, Perlukah Kita Khawatir?

Penemuan Asteroid 2024 YR4: Peluang 1% Menabrak Bumi, Perlukah Kita Khawatir?

BOGORTODAY.COM – Para astronom baru-baru ini dikejutkan dengan penemuan asteroid baru yang diberi nama 2024 YR4. Asteroid ini memiliki peluang kecil, sekitar 1%, untuk menabrak Bumi pada tahun 2032 mendatang. Meskipun peluangnya terlihat sangat rendah, penemuan ini tetap memicu pertanyaan besar: apakah kita perlu khawatir?

Apa Itu Asteroid YR4?

Asteroid 2024 YR4 adalah batuan luar angkasa yang ditemukan oleh sistem peringatan dini NASA, Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) yang berlokasi di Chile, pada bulan Desember 2024.

Setelah pertama kali terdeteksi, asteroid ini segera dilaporkan kepada Minor Planet Center, yang merupakan otoritas resmi untuk melaporkan asteroid, komet, dan benda-benda kecil lainnya di tata surya.

Beberapa hari setelah penemuan ini, asteroid tersebut menarik perhatian NASA dan astronom lainnya ketika muncul dalam Sentry Impact Risk Table, sebuah program di bawah Center for Near-Earth Object Studies milik NASA yang melacak asteroid dengan kemungkinan tabrakan bukan nol dengan Bumi.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Seberapa Besar Asteroid YR4?

Berdasarkan pengamatan awal, 2024 YR4 diperkirakan memiliki diameter sekitar 40 hingga 91 meter. Bentuknya diperkirakan memanjang, dan pengukuran pada panjang gelombang menunjukkan bahwa asteroid ini mungkin berbatu.

Jika asteroid sebesar ini menabrak Bumi, dampaknya bisa sangat signifikan, seperti ledakan besar di atmosfer atau bahkan pembentukan kawah tumbukan.

Kedua kemungkinan ini dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan di daratan, meskipun tidak cukup untuk menyebabkan peristiwa kepunahan massal.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Peluang 1%, Perlukah Kita Khawatir?

Angka 1% memang terbilang rendah, tetapi dalam konteks astronomi, meski kecil, peluang tersebut tetap patut untuk diwaspadai. Menurut Heidi Hammel, Wakil Presiden Dewan Direksi Planetary Society, “Sangat jarang ada asteroid dengan kemungkinan menabrak Bumi yang bukan nol.”

Ia juga menjelaskan bahwa para astronom saat ini terus mengamati orbit asteroid ini, dan pengamatan lebih lanjut akan memberikan pemahaman yang lebih akurat mengenai potensi bahayanya.

Untuk menilai risiko tabrakan benda langit dengan Bumi, para ilmuwan menggunakan Skala Torino. Skala ini mengukur potensi dampak dan berkisar dari 0 (tidak ada risiko) hingga 10 (tabrakan pasti dengan dampak besar).

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================