Insiden Penembakan Pria di Bogor, Polisi Belum Pastikan Adanya Indikasi Rebutan Wilayah

Selongsong Peluru Pasca Insiden Penembakan Pria di Kawasan Pasar Mawar, Kota Bogor, pada Senin (3/2/2025) dini hari. (Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Insiden penembakan pria di kawasan Pasar Mawar, Kota Bogor, yang terjadi pada Senin (3/2/2025) dini hari, diduga berkaitan dengan perselisihan yang telah berlangsung sejak 1 Februari 2025.

Menurut Fajar Rahmat Rianto, rekan korban yang berada di lokasi saat itu, bahwa insiden ini dipicu adanya adu mulut antara korban dan pihak lain di seberang Pasar Mawar.

Ia mengatakan, perselisihan tersebut melibatkan pemilik pasar beserta rengrenganya. Upaya penyelesaian masalah sempat dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait, namun kian memanas.

“Kami sempat berupaya menyelesaikan masalah ini demi menjaga kondusifitas Kota Bogor. Namun, pihak mereka malah menunjukkan sikap agresif dan mengatakan akan gelar pasukan serta melakukan intimidasi. Namun kita tolak,” ujar Fajar di halaman Mako Polresta Bogor Kota, Senin (3/2/2025) siang.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Ia pun menjelaskan, saat malam kejadian, sekitar pukul 01.30 WIB, korban dan beberapa rekannya berniat melakukan mediasi agar situasi tidak semakin memburuk. Namun, tanpa diduga, suasana berubah semakin tak terkendali.

“Saat kami berdua dengan korban maju untuk berbicara, untuk mediasi tiba-tiba korban dipukul dari belakang. Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, korban berusaha melakukan perlawanan. Mereka datang dengan tiga mobil dan beberapa sepeda motor, berjumlah sekitar 20 orang, sementara kami hanya enam orang,” jelas Fajar.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Fajar mengatakan, di tengah situasi yang tidak kondusif, salah satu pihak lawan tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembakkan peluru sebanyak empat kali.

“Tiga tembakan mengenai korban—satu di pinggang, satu di dada hingga tembus, dan satu mengenai ponsel di sakunya,” ujarnya.

Setelah tertembak, lanjut Fajar, korban masih mengalami penganiayaan sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Kota Bogor dan kemudian dibawa ke RS Ciawi untuk autopsi. “Fajar sendiri mengalami luka akibat pukulan dengan balok dan lemparan batu saat proses evakuasi.”

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================