Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
TRADISI masyarakat Indonesia saat lebaran adalah mudik, secara bahasa ada tiga arti mudik. Yang pertama mudik itu singkatan dari “Mulih Dhisik” (bahasa Jawa) yang artinya pulang duluan.
Mudik juga berarti “Mulih Dilik” yang artinya pulang sebentar. Dan arti yang terakhir dari mudik berasal dari bahasa Melayu yaitu ”udik” yang artinya hulu, ujung atau desa.
Mudik tahun 2025 tampaknya tak akan terlalu menggeliat. Sebabnya Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan memproyeksikan jumlah pemudik pada Lebaran 2025 turun 24,34% dibandingkan tahun lalu.
Artinya, total pemudik tahun ini kemungkinan hanya 146,48 juta orang alias berkurang 47,12 juta orang dari tahun lalu yang mencapai 193,6 juta orang.
Penurunan utamanya terjadi pada pengguna transportasi umum, sehingga turut berdampak pada perputaran ekonomi yang biasanya selalu mendapatkan momentum saat libur Lebaran.
Berbeda dengan moda angkutan umum, jumlah pemudik dengan moda angkutan pribadi pada 2025 masih tercatat naik dari 2024.
Berdasarkan data yang dihimpun posko Angkutan Lebaran Kemenhub, jumlah penumpang angkutan pribadi dari 21 Maret hingga 1 April 2025 tercatat sebanyak 47,1 juta orang atau naik dari tahun sebelumnya 44,1 juta. Kenaikan itu sebesar 6,85%.
Penurunan mudik tahun ini jelas dikarenakan oleh lesunya ekonomi, banyaknya PHK dan pengurangan anggaran dari pemerintah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















