Iran Perkenalkan Rudal Balistik Baru, Ghassem Basir, di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel

Iran Perkenalkan Rudal Balistik Baru, Ghassem Basir, di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel

BOGORTODAY.COM Iran mengungkapkan senjata terbaru mereka, rudal balistik berbahan bakar padat dengan jangkauan 1.200 kilometer, yang diberi nama Ghassem Basir, pada Minggu (5/5).

Peluncuran rudal ini dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pengenalan rudal ini disiarkan oleh televisi pemerintah Iran dalam sebuah wawancara dengan Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh.

Ghassem Basir merupakan bagian dari upaya Iran dalam mengembangkan kemampuan pertahanannya, dengan mengandalkan teknologi rudal balistik sebagai kekuatan utama.

Rudal ini diharapkan dapat menambah daya jangkau Iran dalam menghadapi ancaman dari negara-negara Barat, khususnya AS dan Israel, yang selama ini menuduh Iran sebagai pemicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA :  Car Free Night Istimewa Akan Hadirkan Suasana Malam Penuh Warna

Tanggapan Iran terhadap Ketegangan Geopolitik

Iran sering dikaitkan dengan jaringan ‘poros perlawanan’ yang mendukung kelompok-kelompok militan yang beroposisi terhadap Israel, termasuk pemberontak Houthi di Yaman, Hizbullah di Lebanon, Hamas di Jalur Gaza, dan kelompok bersenjata Syiah di Irak.

Hubungan yang semakin tegang dengan Israel semakin memanas sejak serangan langsung yang terjadi pada Oktober 2024, ketika Iran dan Israel saling menyerang.

Pada tanggal 1 Oktober, Iran meluncurkan rudal balistik ke Israel sebagai balasan atas terbunuhnya komandan militer yang didukung Iran serta sejumlah pemimpin militan. Israel membalas dengan serangan udara ke lokasi-lokasi militer di Iran.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, menegaskan bahwa negara mereka tidak berniat untuk berkonfrontasi dengan negara tetangga, tetapi mereka siap menanggapi serangan terhadap mereka dengan kekuatan penuh.

Nasirzadeh juga menyatakan bahwa pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan adalah sasaran potensial jika perang terjadi.

Pernyataan ini mempertegas ketegangan yang telah terbangun selama bertahun-tahun antara Iran dan AS, yang semakin meningkat sejak penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran pada tahun 2018.

Kontroversi Program Nuklir dan Rudal Balistik Iran

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================