Mengapa Mengantuk Setelah Makan Kangkung? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kangkung

BOGORTODAY.COM – Pernah merasa lemas dan mengantuk setelah menyantap kangkung? Anda tidak sendirian. Sayuran hijau yang sangat populer di Indonesia ini kerap dikaitkan dengan rasa kantuk, sehingga banyak orang memilih menghindarinya jika harus tetap aktif sepanjang hari.

Meski belum ada uji klinis resmi yang menegaskan efek kantuk dari kangkung, sejumlah pakar gizi dan data nutrisi menunjukkan bahwa kandungan zat tertentu dalam kangkung memang dapat menimbulkan efek menenangkan bagi tubuh.

BACA JUGA :  Sering Terbangun Pukul 3 Pagi dan Sulit Tidur Lagi? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui

Efek Sedatif Ringan dari Kangkung

Kangkung diketahui mengandung kalium, mineral penting yang dikenal membantu menurunkan tekanan darah dan meredakan stres.

Kalium berpengaruh terhadap sistem saraf pusat, menciptakan efek relaksasi yang dapat memicu rasa kantuk, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak.

Selain itu, beberapa senyawa aktif dalam kangkung, seperti flavonoid dan alkaloid, memiliki sifat sedatif alami.

Efek sedatif merujuk pada penurunan aktivitas saraf, membuat seseorang merasa lebih tenang, rileks, bahkan mengantuk.

BACA JUGA :  Ingus Berbau Busuk: Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya

“Sedatif ringan dapat menurunkan kepekaan terhadap rangsangan luar dan membuat otak bekerja lebih lambat, mirip dengan efek menenangkan,” jelas seorang ahli gizi.

Namun, penting untuk dicatat bahwa efek ini tidak terlalu signifikan jika hanya dikonsumsi dalam porsi normal seperti dalam sepiring tumis kangkung.

Efek kantuk yang kuat biasanya baru muncul saat dikonsumsi dalam bentuk ekstrak atau jumlah besar.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================