Penemuan Kota Kuno Imet Buka Tabir Urbanisasi dan Kepercayaan di Mesir Kuno 

Kota Kuno Imet

BOGORTODAY.COM – Penemuan Kota Kuno Imet di kawasan timur Delta Nil, Mesir, memberikan gambaran menarik tentang perkembangan arsitektur perkotaan sebelum kedatangan Romawi, serta jejak kepercayaan terhadap dewi pelindung kota, Wadjet, yang digambarkan sebagai kobra.

Berdasarkan pernyataan dari University of Manchester, penggalian di lokasi yang dikenal sebagai Tell el-Fara’in mengungkap norma budaya sejak awal hingga pertengahan abad ke-4 SM. Temuan ini menampilkan struktur perkotaan yang kompleks, termasuk bangunan bertingkat yang kokoh dan dikenal sebagai “rumah menara” dengan dinding fondasi sangat tebal. 

“Rumah menara seperti ini hanya ditemukan di wilayah Delta Nil antara masa Periode Akhir dan era Romawi, dan sangat jarang ditemukan di tempat lain di Mesir,” ujar Nicky Nielsen, arkeolog dari University of Manchester, seperti dikutip dari Popular Mechanics. 
Penemuan Lewat Teknologi Satelit 

BACA JUGA :  Bupati Bogor Dorong Kebijakan Daerah Berlandaskan Pancasila

Keberadaan rumah-rumah menara tersebut menunjukkan bahwa Imet dulunya merupakan kota padat dengan infrastruktur perkotaan yang maju. Dinding tebal pada bangunan dirancang untuk menopang struktur bertingkat, yang berfungsi menampung banyak orang. Hal ini dijelaskan oleh Mohamed Ismail Khaled, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala Mesir, melalui pernyataan resmi Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir. 

Penemuan Imet diawali dari penggunaan teknologi penginderaan jauh, yakni citra satelit beresolusi tinggi. Citra tersebut memperlihatkan pola bangunan bata lumpur kuno yang kemudian memandu tim peneliti menuju lokasi penggalian. Di sinilah rumah-rumah menara itu ditemukan. 

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Namun, temuan tak berhenti di sana. Para arkeolog juga mengungkap keberadaan fasilitas pemrosesan biji-bijian, area berpaving, serta kandang hewan. Penemuan ini menjadi kunci penting dalam memahami struktur ekonomi dan nilai spiritual kota tersebut. 

Menurut Nielsen, Imet mencapai puncaknya selama masa Kerajaan Baru, sekitar 1550–1069 SM. Letaknya yang strategis di jalur perdagangan menjadikan kota ini penting, baik dari segi ekonomi maupun spiritual, karena menjadi tujuan bagi para peziarah yang menyembah dewi Wadjet serta pedagang dari berbagai wilayah. 
Bukti Perubahan Religius dan Arsitektural 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================