Utang RSUD Kota Bogor Menumpuk: BPJS Disalahkan, Tapi Klaim Dibayar Tepat Waktu

rsud
Ruangan RSUD Kota Bogor. Foto: Bogor-today.com/Aditya

BOGORTODAY.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, H. Denny Mulyadi, untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja dan pengelolaan RSUD Kota Bogor. Langkah ini diambil menyusul kondisi masalah keuangan di rumah sakit tersebut.

Berdasarkan data terbaru, RSUD Kota Bogor tercatat memiliki utang sebesar Rp93 miliar pada tahun 2024. Rinciannya antara lain: utang pengadaan obat-obatan sebesar Rp47 miliar, belanja pegawai Rp2,7 miliar, jasa infrastruktur kesehatan Rp12,4 miliar, pemeliharaan gedung Rp2 miliar, serta jasa kebersihan dan pengelolaan sampah mencapai Rp1 miliar.

Dengan total utang jangka pendek sebesar Rp93 miliar dan harta lancar hanya Rp80 miliar, RSUD Kota Bogor mencatat kerugian hingga Rp35 miliar pada tahun 2024. Bahkan, hingga Juni 2025, jumlah utang meningkat menjadi Rp104 miliar.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

“Ya, saya sudah perintahkan Pak Sekda untuk melakukan evaluasi dan melaporkannya langsung kepada saya,” ujar Dedie A. Rachim, Minggu (27/7/2025).

Sebelumnya Dedie memberikan penjelasan terkait kondisi keuangan rumah sakit tersebut. Menurutnya, salah satu masalah utama yang mempengaruhi keuangan RSUD adalah keterlambatan pembayaran dari BPJS Kesehatan.

“BPJS memang belum dibayar, dan saya telah memerintahkan direksi RSUD untuk segera mengambil langkah-langkah administrasi yang diperlukan agar pembayaran tersebut dapat segera diselesaikan. Namun, kami masih menunggu konfirmasi terkait jumlah utang yang harus dibayar. Jadi, apabila dikatakan RSUD merugi, saya rasa hal itu tidak sepenuhnya tepat jika BPJS dibayar tepat waktu,” ujar Dedie kepada iNewsBogor.id, pada Selasa (22/7/2025) lalu.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Wali Kota Bogor juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan rapat bersama jajaran direksi RSUD untuk menyusun langkah-langkah lebih lanjut guna menyelesaikan masalah keuangan ini.

Dedie menambahkan, Pemerintah Kota Bogor akan mengambil langkah tegas jika diperlukan. “Kalau dilihat sekilas, ini memang persoalan efisiensi anggaran internal di RSUD Kota Bogor,” jelasnya.

Tanggapan Sekda dan BPJS Kesehatan

Sekda Kota Bogor, H. Denny Mulyadi, menyebut persoalan ini lebih kepada manajemen tata kelola keuangan. “Kami sedang mendampingi dan mengevaluasi aspek pengelolaan keuangan. Sebenarnya ini hal biasa dalam operasional rumah sakit, hanya perlu pembenahan,” katanya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================