Perlukah Bimbel untuk TKA?

TKA
Agus Jatmika (Praktisi Pendidikan di Bogor)

Oleh : Agus Jatmika (Praktisi Pendidikan di Bogor)

TES Kemampuan Akademik (TKA) yang dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari asesmen kompetensi dasar mulai ramai dibicarakan di lingkungan sekolah menengah atas.

Meski kerap disebut bukan sebagai ujian kelulusan, nyatanya banyak sekolah mulai mempersiapkannya dengan serius.

Bahkan, sejumlah satuan pendidikan menyusun jadwal khusus latihan TKA, sementara siswa mulai mencari cara terbaik untuk menghadapinya, termasuk dengan mengikuti bimbingan belajar atau bimbel intensif.

Fenomena ini mengingatkan pada era Ujian Nasional. Ketika ujian menjadi tolok ukur reputasi sekolah, tekanan tidak hanya dirasakan siswa, tapi juga guru dan kepala sekolah.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Kini, meskipun narasi yang dibangun berbeda yakni untuk pemetaan dan pengembangan kemampuan dasar, realitas di lapangan menunjukkan bahwa TKA mulai mengambil bentuk simbolik yang serupa seolah menjadi ajang kompetisi reputasi yang menyusup ke dalam dinamika sekolah.

Dalam konteks itu, bimbel kembali menjadi pilihan populer. Banyak lembaga pendidikan nonformal menawarkan program intensif khusus TKA, lengkap dengan simulasi soal, try out, hingga strategi menjawab cepat.

Siswa pun menghadapi pertanyaan reflektif, apakah perlu mengikuti bimbel untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA?

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Dari sudut pandang sosiologi pendidikan, kehadiran bimbel mencerminkan gejala komersialisasi proses belajar.

Ketika ketimpangan kualitas pengajaran di sekolah terjadi, bimbel hadir menambal kekosongan tersebut dengan konsekuensi biaya yang tidak ringan. Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap layanan ini.

Sehingga bimbel dalam praktiknya sering memperkuat reproduksi ketimpangan sosial di bidang pendidikan, karena mereka yang mampu membayar memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dalam sistem yang kompetitif.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================