Kadisdik Jabar Sebut Genting Berat Picu Robohnya Atap SMKN 1 Cileungsi

Kadisdik Jabar
Kadisdik Jabar, Purwanto meninjau kondisi Gedung SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pasca ambruk yang menimpa puluhan siswa, Rabu (10/9/2025). Foto: CR4/Bogor Today.

BOGORTODAY.COM – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik Jabar), Purwanto, menyebut robohnya atap SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, diduga akibat faktor usia bangunan dan material penutup atap yang terlalu berat.

Menurut Purwanto, bangunan tersebut sudah berusia sepuluh tahun dan dibangun pada 2015 silam ketika masih dikelola kabupaten. Ia menambahkan bahwa atapnya menggunakan genting plentong glesur, bukan metal, sehingga bebannya lebih berat.

BACA JUGA :  Warga Digenjot Taat Pajak, Truk Dinas Pelat Merah di Kota Bogor Malah Nunggak Sejak 2021

“Baja ringan yang menopang juga terlihat bergelombang dan tidak mampu menahan tekanan,” ujar Purwanto saat meninjau lokasi, Rabu (10/9/2025).

Purwanto menegaskan, kerusakan hanya terjadi pada bagian atap, sedangkan struktur dinding gedung masih relatif aman.

BACA JUGA :  Soroti Proyek Puskesmas Pondok Rumput, Warga: Anggaran Rp600 Juta, Keselamatan Kerja Nol Besar

“Cukup diganti dengan baja ringan dan atap baru, temboknya masih bagus,” katanya.

Meski begitu, Purwanto belum memastikan apakah ada kelalaian dari pihak kontraktor saat pembangunan.

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================