
“Perencanaan dan pelaksanaannya masih harus ditelusuri lebih dalam,” ucapnya.
Atas kejadian tersebut, Dinas Pendidikan mendorong pihak sekolah untuk menerapkan sistem kelas bergilir, moving class, maupun pembelajaran daring agar proses belajar tetap berjalan.
“Ada 36 rombongan belajar dengan empat kelas. Ini harus segera diatasi supaya anak-anak tidak kehilangan hak belajar,” jelasnya.
Sebagian besar siswa hanya mengalami lecet, terkilir, atau patah ringan, dan seluruhnya dilaporkan dalam kondisi stabil.
Purwanto menambahkan, Gubernur Jawa Barat telah menginstruksikan seluruh sekolah segera melaporkan bila ada bangunan yang dinilai tidak layak.
“Pengawasan akan diperketat. Begitu ada sekolah yang kondisinya membahayakan, harus segera direhabilitasi. Prioritas utama kita adalah keselamatan siswa,” tegasnya.
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















