Laporan GII 2025: Swiss Masih Juara, Indonesia Naik ke Peringkat 55 Inovasi Global

GII
Penampilan robot dalam acara kultur dan turisme China (Foto: Wu Zhizun/Xinhua/dpa/picture alliance)

BOGORTODAY.COM – Laporan tahunan Indeks Inovasi Global (Global Innovation Index/GII) 2025 yang disusun oleh Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, kembali memotret peta kekuatan inovasi dunia.

Swiss Masih di Puncak, Cina Geser Jerman

Sejak 2011, Swiss terus bertahan sebagai negara paling inovatif di dunia. Posisinya disusul Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

BACA JUGA :  Bolehkah Minum Susu Mentah? Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Sementara itu, Cina berhasil menembus 10 besar dengan duduk di peringkat ke-10, menggantikan Jerman yang harus turun ke posisi ke-11.

Cina disebut berhasil mengejar ketertinggalan dalam pembiayaan R&D berkat dukungan besar dari sektor swasta.

Pada 2024, negeri tirai bambu itu menyumbang sekitar 25% dari total permohonan paten internasional, menjadi kontributor terbesar di dunia. Sebaliknya, gabungan AS, Jepang, dan Jerman menyumbang sekitar 40%.

BACA JUGA :  7 Doa Nabi Musa AS yang Dapat Diamalkan dalam Berbagai Situasi Kehidupan

Menurut Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang, tantangan bagi Jerman bukan sekadar mempertahankan statusnya sebagai mesin industri, melainkan juga bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam inovasi digital.

Selain lima besar, negara lain yang masuk 10 besar GII 2025 adalah Singapura, Inggris, Finlandia, Belanda, dan Denmark.

Tren Inovasi Dunia Melambat

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================