
BOGORTODAY.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau Kang Dedi Mulyadi (KDM) angkat bicara terkait aksi damai yang akan digelar warga dari aliansi masyarakat Parungpanjang, Tenjo, Rumpin, dan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Senin (29/9/2025). Aksi tersebut disebut-sebut menuntut pemerintah mempertimbangkan kembali penghentian aktivitas pertambangan di wilayah Cigudeg dan Rumpin.
Dalam keterangan melalui akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan empati atas keresahan dan kekecewaan masyarakat terdampak kebijakan penghentian sementara tambang Parungpanjang.
Ia mengakui keputusan tersebut berimbas besar terhadap perekonomian warga, mulai dari penambang, pengusaha angkutan, hingga sopir truk.
“Saudaraku yang baik hati, saya memahami kegelisahan, kekecewaan, dan kemarahan anda atas keputusan saya menutup sementara tambang Parungpanjang. Saya paham bahwa para penambang kehilangan pendapatan, pengusaha angkutan kehilangan pemasukan, sopir-sopir truk tronton kehilangan pekerjaannya. Banyak pihak yang dirugikan karena kebijakan ini,” ucap Dedi Mulyadi.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















