KDM bandingkan Aksi Damai Warga Penutupan Tambang di Parungpanjang, 195 Orang Meninggal: Kemana Kebijakan Anda?

Namun, ia menegaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan data dan fakta lapangan. Sejak 2019 hingga 2024, tercatat 195 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tambang di kawasan tersebut, sementara 104 orang lainnya mengalami luka berat.

“Pertanyaannya adalah, ketika banyak anak kehilangan bapaknya, banyak suami kehilangan istrinya, banyak kakak adik kehilangan saudaranya, ada tangis pilu saat mereka jatuh di jalanan terlindas truk besar, ke mana kearifan dan kebijakan anda?” tegas Dedi.

BACA JUGA :  Jalur Cepat Tegar Beriman Ditutup Malam Ini, Warga Diminta Cari Rute Alternatif

Selain faktor keselamatan, Gubernur juga menyinggung dampak sosial dan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Mulai dari meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tekanan psikologis masyarakat yang hidup berdampingan dengan debu dan lalu lintas berat setiap hari, hingga rusaknya ekosistem di sekitar Parungpanjang.

BACA JUGA :  Cara Menghadapi Bos Toksik Tanpa Harus Resign di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

“Gubernur bertindak atas nama ekosistem, atas nama keadilan. Tetapi juga kita mempertimbangkan ekonomi. Saya tidak anti penambangan, namun saya sangat bersikap empati,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================