
BOGORTODAY.COM – Sekretaris Desa (Sekdes) Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Takih, menilai aksi penyegelan kantor desa sebagai bentuk intimidasi terhadap pemerintahan. Ia menduga penggembokan dilakukan oleh pihak yang sebelumnya terlibat dalam aksi demonstrasi pada 15 September lalu.
“Penggembokan ini merupakan bentuk intimidasi dari oknum yang dulu ikut demo. Ini mencederai demokrasi dan melawan hukum,” ujar Takih, Jumat (24/10/2025).
Penyegelan kantor desa oleh pihak yang disebut sebagai oknum tak bertanggung jawab itu membuat pelayanan publik terganggu. Sejumlah perangkat desa pun memutuskan untuk mogok kerja sementara sebagai bentuk protes.
Menurut Takih, kantor aula desa yang menjadi pusat pelayanan masyarakat dan tempat musyawarah kini tidak dapat digunakan. Kondisi tersebut membuat sejumlah program desa ikut tertunda.
“Kami sedang menjalankan sosialisasi pembangunan tanggul dan kolam retensi. Kalau kantor digembok, kami kesulitan melaksanakan kegiatan itu,” katanya.
Selain aula desa, ruang kerja kepala desa juga digembok. Situasi itu, menurut Takih, memperlihatkan adanya tekanan terhadap pimpinan pemerintahan desa.
“Kepala desa tidak bisa masuk kantor. Padahal, semua pelayanan harus mendapat persetujuan beliau. Ini jelas bentuk intimidasi,” ujarnya.
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















