
BOGORTODAY.COM – Pemimpin senior Hamas, Khalil Al-Hayya, menyatakan pihaknya menyetujui pengerahan pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi wilayah tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa isu pelucutan senjata Hamas masih menjadi bahan pembahasan dengan para mediator internasional.
Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Al-Hayya mengungkapkan bahwa Hamas dan sejumlah faksi Palestina lainnya telah mencapai kesepakatan internal mengenai kehadiran pasukan PBB di Gaza.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan stabilitas pascaperang dan mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat sipil.
“Kami telah sepakat bersama faksi-faksi Palestina lain mengenai kehadiran pasukan PBB untuk memantau gencatan senjata dan proses rekonstruksi Gaza,” kata Al-Hayya.
Hamas Tolak Pelucutan Senjata Sebelum Agresi Berakhir
Meski menyetujui keberadaan pasukan internasional, Al-Hayya menolak usulan pelucutan senjata Hamas yang menjadi salah satu poin dalam proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS).
Ia menegaskan bahwa Hamas hanya akan menyerahkan senjata jika agresi militer Israel benar-benar berakhir.
“Pelucutan senjata akan dipertimbangkan hanya setelah perang berhenti dan agresi berakhir sepenuhnya,” tegasnya.
Menurut sumber diplomatik, permintaan Hamas untuk mempertahankan senjata masih dibahas oleh para mediator, termasuk Mesir dan Qatar.
Dalam rencana perdamaian 20 poin yang disusun Presiden AS Donald Trump, pelucutan senjata Hamas menjadi syarat penting bagi amnesti dan rekonstruksi Gaza.
“Setelah semua sandera dikembalikan, anggota Hamas yang berkomitmen hidup berdampingan secara damai dan menonaktifkan senjata akan diberi amnesti. Mereka yang ingin meninggalkan Gaza akan diberi jalur aman ke negara penerima,” bunyi dokumen rencana tersebut.
AS dan Israel sendiri mengancam akan melanjutkan operasi militer jika Hamas menolak menyerahkan senjata.
Di sisi lain, laporan juga menyebut bahwa Israel telah mempersenjatai kelompok geng dan milisi anti-Hamas di Gaza, yang belakangan dikaitkan dengan kasus penjarahan bantuan kemanusiaan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















