BOGORTODAY.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya menyoroti kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap pembangunan masyarakat. Sorotan itu muncul setelah dua kali revisi Undang-Undang BUMN pada 2025 yang mengubah alur dividen BUMN.
Pasca revisi, dividen BUMN tidak lagi disetorkan ke Kementerian Keuangan, melainkan dikelola langsung oleh Danantara untuk agenda korporasi di lingkungan BUMN, termasuk penambahan modal dan ekspansi bisnis. Akibatnya, dividen BUMN tidak lagi berkontribusi pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Seluruh keuntungan dari BUMN itu tidak masuk ke negara, tapi akan dikelola kembali membesarkan entitas usaha republik ini,” kata Kang AW sapaan akrabnya, Rabu (29/9/2025).
Politisi NasDem asal Kabupaten Bogor itu mengatakan, pergeseran mekanisme dividen tersebut membuat ruang fiskal negara menyempit.
“Entah sekian puluh atau ratus triliun itu negara kehilangan,” ujarnya.
Menurut Asep, bukan uangnya yang hilang, tetapi dividen itu kini dikelola sendiri oleh BUMN. Hal ini menjadi isu yang harus menjadi basis pemikiran semua pihak, terutama BUMN yang mengelola kekayaan alam Indonesia.
Ia mempertanyakan kompensasi yang akan diberikan BUMN ketika keuntungannya tidak lagi masuk ke rekening Kementerian Keuangan untuk pembangunan sekolah dan fasilitas publik lainnya.
“Apa kontribusi yang bisa diberikan?” tanya alumnus Universitas Padjadjaran itu.
Asep menjelaskan, Indonesia memiliki potensi tambang yang sangat besar. Produksi nikel mencapai 2,2 juta ton, menjadikan Indonesia produsen terbesar di dunia. Timah dan bauksit juga melimpah. Indonesia merupakan salah satu pemilik cadangan terbesar di dunia, dengan emas peringkat 10 dunia dan tembaga posisi kedua.
“Batubara juga sama. Jadi, tidak ada alasan bagi seluruh entitas usaha milik pemerintah yang mengelola tambang ini terhuyung-huyung ketika akan dituntut untuk memberikan kontribusi kepada negara,” tegasnya.
Editor : Bas
Wartawan : Iman Rahman Hakim
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















