Seprai Tampak Bersih, Tapi Penuh “Teman Tidur” Tak Kasat Mata: Inilah Pentingnya Rutin Mencuci Seprai

Teman Tidur
Ilustrasi Ganti Seprai. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Setiap malam, kita berbaring di tempat tidur yang terasa nyaman dan tampak bersih.

Namun tanpa disadari, ada “teman tidur” tak kasat mata yang ikut menemani: tungau debu, bakteri, keringat, minyak tubuh, hingga serpihan kulit mati kita sendiri.

Semua itu perlahan menumpuk dan menjadi sumber masalah kesehatan jika tidak dibersihkan secara rutin.

BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

Menurut dokter kulit Sean McGregor, seprai idealnya dicuci setidaknya sekali seminggu. Sementara bantal dan selimut bisa dicuci lebih jarang, yaitu setiap beberapa bulan.

Namun pada musim panas, atau jika Anda memiliki hewan peliharaan yang sering naik ke tempat tidur, frekuensi mencuci perlu ditingkatkan.

Mengapa Seprai Menjadi Sarang Mikroorganisme?

Kita menghabiskan berjam-jam setiap hari di atas tempat tidur. Akibatnya, seprai menjadi tempat ideal bagi:

  • Tungau debu
  • Keringat dan minyak tubuh
  • Serpihan kulit mati
  • Bakteri
  • Debu dan bulu hewan
BACA JUGA :  Waspada Teror Pocong di Cibinong, Camat Minta Siskamling Digencarkan

McGregor mengungkapkan, seseorang bisa menumpahkan sekitar 1,5 gram sel kulit mati per hari, atau setara hampir setengah sendok teh. Serpihan ini menjadi makanan favorit bakteri dan tungau debu.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================