Tersengat Dua Poin, Verstappen Tetap Bangga Usai Kejar Ketertinggalan 100 Poin

Gagal juara hanya selisih dua poin, Max Verstappen tetap angkat kepala dan memuji perjuangan luar biasa tim Red Bull musim ini. (Foto: honda.racing)

BOGORTODAY.COM Max Verstappen menutup musim Formula 1 2025 dengan perasaan campur aduk. Pembalap Oracle Red Bull Racing itu harus merelakan gelar dunia lepas ke tangan Lando Norris, hanya dengan selisih tipis dua poin hasil yang diakuinya terasa menyakitkan, namun tetap ia terima dengan kepala tegak.

Musim ini bukan perjalanan yang mulus bagi sang juara dunia empat kali. Verstappen membuka musim dengan performa naik turun meski sempat meraih beberapa kemenangan. Puncak kesulitannya terjadi pada Grand Prix Belanda, saat ia tertinggal 104 poin dari Oscar Piastri yang memimpin klasemen sementara.

Namun justru dari situ, kebangkitan luar biasa dimulai. Dalam sembilan seri terakhir, Verstappen mengamankan enam kemenangan Grand Prix, satu kemenangan Sprint, serta tiga podium tambahan membawanya kembali ke persaingan gelar hingga seri pemungkas.

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Menerima Kekalahan, Menghormati Perjuangan

Pada Grand Prix Abu Dhabi yang menjadi penentu, Verstappen melakukan tugasnya dengan sempurna: meraih pole position dan memenangi lomba dengan dominan. Namun nasib tidak sepenuhnya berpihak kepadanya. Norris tetap finis di posisi ketiga cukup untuk mempertahankan keunggulan dua poin dan mengunci gelar dunia perdananya.

“Saya sudah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan,” ujar Verstappen kepada David Coulthard selepas lomba. “Kami butuh sedikit keberuntungan untuk juara. Tapi saya merasa kami menjalani akhir pekan ini dengan sempurna.”

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Bangga pada Tim, Melangkah Tanpa Penyesalan

Meski gagal mempertahankan gelar, Verstappen justru menyoroti perjalanan timnya yang bangkit dari keterpurukan.

“Kalah selisih dua poin tentu menyakitkan, tapi kalau melihat posisi kami saat tertinggal lebih dari 100 poin di Zandvoort, saya rasa hasil ini bukan sesuatu yang buruk,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kekalahan bukan akhir dari segalanya.

“Kami tidak memenangkan gelar, baik. Itu bagian dari hidup. Saya tidak akan terlalu sedih. Hidup terus berjalan. Saya bangga kepada semua orang di tim mereka keluarga kedua saya,” tutupnya. (MG6)

Editor : Alif Luqman

Sumber : bola.net

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================