
BOGORTODAY.COM – Undian Copa del Rey tak selalu sekadar tentang taktik dan strategi. Bagi Pere Marti, pelatih Guadalajara, pertemuan melawan Barcelona di babak 32 besar justru menjadi kisah personal yang sarat emosi. Di tengah hiruk-pikuk persiapan laga, ada kebahagiaan tulus yang sulit disembunyikan dari wajah sang pelatih.
Marti menyambut laga ini bukan dengan rasa gentar, melainkan syukur. Setahun setengah lalu, ia datang ke Guadalajara saat klub berada dalam kondisi sulit. Kini, tim divisi tiga itu mendapat hadiah istimewa: kesempatan menjamu Barcelona di panggung Copa del Rey.
“Rasanya sangat menyenangkan dan penuh semangat. Kami datang ke sini ketika klub sedang berantakan, dan sekarang kami berada di liga yang berbeda serta cukup beruntung bisa menghadapi Barcelona,” ujar Marti dengan nada bangga.
Pertandingan ini terasa semakin personal karena Marti adalah seorang Cule sejak kecil. Kedekatan emosional dengan Barcelona membuat laga ini serasa mimpi yang akhirnya menjadi nyata.
“Saya selalu menjadi penggemar Barca sejak kecil. Ini mimpi yang jadi kenyataan,” tuturnya.
Meski mengagumi kualitas skuad Blaugrana, Marti tetap berdiri teguh bersama pemain-pemainnya. Ia mengaku tak mudah tergoda untuk “menukar” anak asuhnya dengan bintang Barcelona, meski satu nama tetap mencuri perhatiannya.
“Dari Barca, saya sangat menyukai Pedri,” ucapnya singkat.
Bagi Marti, Guadalajara vs Barcelona adalah laga untuk dinikmati. Ia menolak timnya larut dalam tekanan nama besar lawan, tanpa menghilangkan naluri kompetitif.
“Ini pertandingan untuk dinikmati, tapi tentu kami ingin bersaing. Tidak ada yang suka kalah dalam olahraga,” katanya.
Kenangan masa kecil Marti juga kembali mencuat. Ivan de la Pena menjadi sosok yang membuatnya jatuh cinta pada gaya bermain Barcelona, bahkan sampai meniru potongan rambut sang idola.
Momen spesial ini tak hanya milik Marti di pinggir lapangan. Keluarganya akan hadir langsung di stadion, sementara putri-putrinya sudah lebih dulu memesan jersey Lamine Yamal dan Pedri.
Di atas segalanya, Marti ingin timnya bermain berani dan jujur. Ia percaya rasa takut hanya akan menjadi penghalang terbesar.
“Keputusan yang diambil karena takut biasanya berakhir menyakiti Anda,” tegasnya.
Menariknya, Marti justru berharap Barcelona menurunkan kekuatan terbaik, termasuk Lamine Yamal. Baginya, sepak bola akan selalu lebih indah ketika mimpi kecil bertemu kualitas terbaik di lapangan.
(MG6)
Editor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















