Asal Usul Pohon Natal, Tradisi Klasik yang Bertahan Hingga Kini

Natal
Ilustrasi Pohon Natal. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Perayaan Natal identik dengan berbagai dekorasi meriah, mulai dari ornamen berwarna merah, lampu berkilauan, hingga pohon cemara yang menjadi simbol utama.

Namun, pernahkah terlintas mengapa pohon cemara dipilih sebagai ikon Natal? Ternyata, tradisi ini memiliki sejarah panjang yang bermula jauh sebelum agama Kristen dikenal luas.

Jauh sebelum era Kristen, masyarakat kuno di berbagai belahan dunia telah menganggap tumbuhan hijau abadi—seperti pinus dan cemara—sebagai simbol kehidupan dan harapan.

BACA JUGA :  Api Lahap Tiga Kios Pasar Tohaga Parung, Diduga Korsleting CCTV

Di tengah musim dingin yang panjang dan gelap, tanaman yang tetap hijau dianggap melambangkan kekuatan, perlindungan, dan kelahiran kembali.

Pada masa itu, masyarakat kerap menghias rumah mereka dengan dedaunan hijau untuk mengusir roh jahat, penyakit, serta energi buruk. Tumbuhan hijau juga dipercaya membawa keberuntungan dan menjaga rumah tetap aman selama musim dingin.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Kepercayaan tersebut berkaitan erat dengan pandangan masyarakat kuno terhadap matahari. Mereka meyakini matahari sebagai dewa yang melemah saat musim dingin tiba.

Titik balik musim dingin, yang biasanya terjadi pada 21–22 Desember, dirayakan sebagai momen kembalinya kekuatan matahari. Tumbuhan hijau yang tetap hidup menjadi simbol harapan bahwa musim semi akan segera datang.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================