CUCURAK KEARIFAN LOKAL YANG BISA MENGURANGI PEMANASAN GLOBAL

CUCURAK
Heru B Setyawan (Guru Pendidikan Pancasila SMAIT BBS)

Oleh: Heru B Setyawan (Guru Pendidikan Pancasila SMAIT BBS)

Bulan Ramadan menjadi waktu yang dinanti seluruh umat muslim. Suka cita dalam menyambut bulan suci itu tergambar dalam bentuk  tradisi yang dilakukan masyarakat. Di Bogor, tradisi Cucurak menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyambut ramadan.

Tradisi itu terus dipertahankan oleh masyarakatnya hingga saat ini. Cucurak atau curak-curak (Bahasa Sunda) memiliki arti bersenang-senang. Dalam tradisinya, cucurak dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga besar atau kolega.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Tradisi cucurak dengan makan bersama nasi liwet di atas daun pisang merupakan budaya khas masyarakat Sunda, khususnya di Bogor, dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Tradisi ini mempererat tali silaturahmi dengan menyajikan nasi liwet, tahu, tempe, telur, ayam, sambal ikan asin, dan lalapan, dimakan secara lesehan di atas pelapah daun pisang. Nasi liwet sendiri dimasak menggunakan rempah dan santan, mencerminkan kesederhanaan serta kedekatan dengan hasil pertanian lokal.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================