
BOGORTODAY.COM – Perjalanan Thomas Frank bersama Tottenham Hotspur resmi berakhir lebih cepat dari rencana awal. Manajemen Spurs memilih melakukan pergantian di kursi pelatih setelah rangkaian hasil kurang meyakinkan di Premier League, termasuk kekalahan 1-2 dari Newcastle United yang membuat posisi klub merosot ke peringkat 16 klasemen.
Situasi tersebut membuat Tottenham semakin dekat dengan zona degradasi, dengan jarak hanya lima poin. Tekanan dari tribun pun semakin terasa. Dalam laga terakhir, sebagian suporter meluapkan kekecewaan dengan mencemooh Frank dan melantunkan nama Mauricio Pochettino, sosok yang masih dikenang publik Tottenham.
Keputusan untuk mengakhiri kerja sama ini diambil pada momen yang tidak mudah, mengingat Spurs masih harus menghadapi laga besar derby London Utara melawan Arsenal. Namun manajemen menilai perubahan perlu dilakukan demi menjaga stabilitas tim hingga akhir musim.
Dari sisi kontrak, Frank direkrut dengan investasi besar setelah didatangkan dari Brentford. Nilai klausul pelepasan, gaji tahunan, hingga potensi kompensasi pemutusan kontrak membuat masa jabatannya menjadi salah satu periode termahal dalam sejarah kepelatihan Tottenham. Meski demikian, performa di lapangan belum sejalan dengan ekspektasi, dengan rasio kemenangan yang relatif rendah di semua kompetisi.
Kini, Tottenham memasuki fase refleksi dan evaluasi lebih luas. Tidak hanya soal pelatih, tetapi juga arah klub secara keseluruhan. Keputusan-keputusan strategis yang diambil dalam beberapa musim terakhir kembali menjadi sorotan, seiring kebutuhan Spurs untuk menemukan kembali konsistensi dan identitas mereka di Premier League.
(MG6)
Editor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















