BOGORTODAY.COM – Mandi sebelum menjalankan puasa Ramadan kerap dilakukan umat Muslim sebagai bentuk persiapan menyambut ibadah suci.
Selain untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan debu, mandi juga menjadi cara menyucikan diri, terutama bagi mereka yang memiliki hadats besar sebelum memasuki waktu fajar.
Dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya susunan R. Syamsul dijelaskan, seseorang yang berada dalam kondisi hadats besar dianjurkan untuk mandi sebelum fajar agar dapat memulai puasa dalam keadaan suci.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA:
“Bahwasanya Rasulullah SAW memasuki waktu fajar dan beliau dalam keadaan junub karena salah seorang keluarga (istrinya), kemudian beliau mandi dan berpuasa.” (HR Bukhari)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa mandi dapat dilakukan setelah masuk waktu Subuh, dan puasa tetap sah selama niat telah dilakukan. Namun, menyegerakan mandi sebelum fajar tetap dianjurkan agar ibadah dimulai dalam keadaan bersih.
Bacaan Niat Mandi Bulan Ramadan
Dalam buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa dan Dzikir karya Zakaria R. Rachman, terdapat dua jenis niat mandi di bulan Ramadan, yaitu mandi sunnah dan mandi wajib.
- Niat Mandi Sunnah Ramadan
Mandi sunnah Ramadan biasanya dilakukan sebelum berpuasa sebagai bentuk penyucian diri.
Lafal niat:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Latin:
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.
Artinya:
“Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.”
- Niat Mandi Wajib Ramadan
Mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang sedang dalam keadaan hadats besar (junub).
Lafal niat:
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















