
BOGORTODAY.COM – Bulan Ramadan di Abu Dhabi selalu menghadirkan suasana yang khas dan teratur. Selama bulan suci ini, jam kerja dan sekolah dipersingkat menjadi setengah hari, memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih fokus menjalankan ibadah puasa.
Ritme kehidupan melambat, namun nilai kebersamaan dan spiritualitas justru terasa semakin menguat.
Salah satu momen paling dinantikan adalah berbuka puasa di Sheikh Zayed Grand Mosque. Masjid megah ini bukan hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga tempat penyelenggaraan iftar gratis setiap harinya.
Ribuan jemaah dari berbagai negara dan latar belakang budaya duduk berdampingan, menanti azan magrib berkumandang. Kebersamaan itu menjadi simbol harmoni di tengah keberagaman.
Kehangatan Ramadan juga terasa melalui berbagai kegiatan sosial di sudut-sudut kota. Salah satu program yang berjalan adalah “Ath’im Tu’jar” (Berilah makanan, maka engkau akan diberi pahala).
Program ini diwujudkan dengan membagikan makanan berbuka kepada para pekerja dan pengemudi di sepanjang jalan.
Mahasiswa Indonesia di Abu Dhabi turut ambil bagian dalam kegiatan ini, membagikan paket iftar sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Ramadan tahun ini terasa semakin istimewa dengan kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, atas undangan Presiden UEA, Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Presiden tiba pada 25 Februari pukul 18.45 GST dan kembali ke Tanah Air pada 26 Februari pukul 17.30 GST.
Kedatangannya disambut hangat oleh Duta Besar RI untuk UEA serta perwakilan masyarakat Indonesia dari berbagai komunitas. Enam mahasiswa Indonesia di Abu Dhabi bahkan berkesempatan menjadi sukarelawan untuk membantu kelancaran agenda kenegaraan tersebut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















