Hurzeler Kritik Cara Arsenal Amankan Kemenangan atas Brighton

Kemenangan tipis Arsenal atas Brighton memicu kritik dari Fabian Hurzeler yang menilai The Gunners sengaja memperlambat tempo pertandingan. (Foto: detiksport)

BOGORTODAY.COM – Arsenal berhasil membawa pulang kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion di American Express Stadium pada lanjutan Premier League. Namun, kemenangan tersebut justru diwarnai ketegangan setelah pertandingan berakhir.

Gol cepat Bukayo Saka pada menit kesembilan menjadi penentu kemenangan The Gunners. Tambahan tiga poin membuat tim asuhan Mikel Arteta tetap kokoh di puncak klasemen dan memperlebar jarak menjadi tujuh poin setelah Manchester City hanya bermain imbang melawan Nottingham Forest.

Meski menang, cara Arsenal mengelola pertandingan menuai sorotan. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, secara terbuka mengkritik pendekatan permainan lawan yang dinilainya lebih banyak memperlambat tempo pertandingan.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tantang Lakshya Sen di Indonesia Open 2026, Ini Fakta Menarik Jelang Duel

Brighton sebenarnya tampil cukup dominan sepanjang laga dengan penguasaan bola lebih besar dan mencatatkan 11 tembakan, dibandingkan tujuh milik Arsenal. Namun efektivitas menjadi masalah bagi tuan rumah sehingga gagal menyamakan kedudukan.

Hurzeler menilai timnya tampil lebih berusaha memainkan sepak bola terbuka, tetapi ritme pertandingan kerap terhenti karena berbagai situasi yang menurutnya menguntungkan Arsenal.

“Hanya ada satu tim yang mencoba bermain sepak bola hari ini,” ujar Hurzeler kepada media setelah pertandingan.

Ia juga menyinggung soal berbagai momen yang membuat pertandingan kerap terhenti, termasuk beberapa kali kiper Arsenal terjatuh di lapangan. Menurutnya, hal tersebut membuat alur pertandingan menjadi terputus-putus.

Meski begitu, Hurzeler mengakui timnya juga harus lebih tajam di lini depan. Ia menilai Brighton seharusnya mampu menciptakan lebih banyak peluang berbahaya di sepertiga akhir lapangan.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

“Statistik tidak pernah berbohong. Kami hanya kebobolan satu tembakan tepat sasaran. Kami memang kurang efektif. Di sepertiga akhir kami seharusnya bisa menciptakan lebih banyak peluang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa jika Arsenal nantinya memenangkan Premier League, mungkin tidak banyak yang akan mempertanyakan bagaimana cara mereka meraihnya.

“Jika mereka memenangkan Premier League, tidak ada yang akan bertanya bagaimana mereka memenangkannya. Ini soal aturan. Jika wasit membiarkan semuanya, maka saat ini mereka membuat aturan mereka sendiri,” ujarnya.

(MG6)

Editor : Alif Luqman

Sumber : bola.net

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================