Kenali Tanda-Tanda People Pleaser yang Sering Tidak Disadari

People Pleaser
Kenali Tanda-Tanda People Pleaser yang Sering Tidak Disadari. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Keinginan untuk membuat orang lain merasa senang sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam hubungan sosial.

Namun, ketika seseorang terus-menerus mengutamakan kepentingan orang lain hingga mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri, kondisi ini bisa mengarah pada perilaku People Pleasing.

Menurut psikolog Liz Morrison, people pleaser adalah kecenderungan seseorang untuk selalu berusaha memuaskan orang lain, bahkan jika harus mengorbankan perasaan, waktu, atau kenyamanannya sendiri.

Perilaku ini sering kali tidak disadari karena dari luar terlihat seperti sikap yang baik dan penuh perhatian. Namun jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, hubungan sosial, hingga kehidupan profesional.

Berikut beberapa tanda seseorang memiliki kecenderungan people pleaser.

  1. Berusaha Menghindari Konflik
BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

Salah satu ciri yang umum adalah keinginan kuat untuk menghindari konflik. Bagi sebagian orang dengan kecenderungan ini, pertengkaran dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan atau berpotensi merusak hubungan.

Akibatnya, mereka lebih memilih diam atau mengalah meski sebenarnya memiliki keberatan. Padahal, konflik yang terus dihindari justru dapat membuat emosi negatif menumpuk dan berujung pada ketegangan dalam hubungan.

  1. Terlalu Sering Meminta Maaf

People pleaser kerap meminta maaf bahkan ketika tidak melakukan kesalahan. Kebiasaan ini muncul karena adanya dorongan untuk menjaga perasaan orang lain agar tetap baik.

Mereka sering merasa bertanggung jawab atas kenyamanan orang di sekitarnya. Ketika orang lain kecewa, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri.

  1. Takut Berbeda Pendapat
BACA JUGA :  Satu Rumah Ludes Terbakar di Ciampea, Tidak Ada Korban Jiwa

Perbedaan pendapat sering dianggap sebagai potensi konflik. Karena itu, seseorang dengan kecenderungan people pleaser biasanya memilih mengikuti pendapat mayoritas meski sebenarnya tidak sepakat.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat seseorang merasa tidak benar-benar dipahami oleh orang lain karena pikiran dan perasaan aslinya jarang diungkapkan.

  1. Sulit Mengatakan “Tidak”

Menetapkan batasan pribadi menjadi tantangan besar bagi people pleaser. Mereka sering mengatakan “ya” terhadap permintaan orang lain meskipun sebenarnya sedang lelah atau tidak memiliki waktu.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================