Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
TRADISI lebaran di Indonesia merujuk pada berbagai kebiasaan sosial dan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri, hari besar umat Islam yang menandai berakhirnya bulan suci ramadan.
Tradisi lebaran identik dengan mudik (pulang kampung), halal bihalal, ketupat, dan bagi-bagi THR, yang semuanya memperkuat silaturahmi. Budaya ini memadukan nilai keislaman dengan kearifan lokal seperti ziarah makam, takbiran keliling, dan makan bersama, menciptakan momen kebersamaan yang khas dan meriah di seluruh tanah air.
Kita harus senang dan bangga punya tradisi lebaran, yang hanya ada di Indonesia bro. Yang penting dari semua tradisi lebaran tersebut, yang baik kita pertahankan dan tingkatkan, sedang yang kurang baik kita rubah secara perlahan-lahan. Karena merubah sebuah tradisi itu bukan perkara mudah, sebab sudah menjadi kebiasaan masyarakat yang turun temurun.
Mudik sisi baiknya adalah mendorong kita agar menabung untuk beaya mudik, sehingga menyebabkan kita jadi berhemat serta bekerja atau berdagang secara gas pol. Mudik juga menyebabkan ekonomi umat jadi bergeliat dan ekonomi menyebar ke daerah tidak terpusat di Kota besar saja.Mudik juga menumbuhkan silaturahmi antar keluarga dan antar masyarakat, yang manfaatnya banyak sekali dalam hidup bermasyarakat ini.
Yang perlu diwaspadai segi negatif dari mudik, yaitu mudik jangan dijadikan ajang pamer kekayaan. Seperti pamer mobil mewah, moge mewah, perhiasan mewah dan lain-lain.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















