Evaluasi Tur Eropa: Fajar/Fikri Fokus Antisipasi Speed Pemain Muda, Raymond/Joaquin Incar Konsistensi

Fajar-Fikri-Raymond-Joaquin. (Foto: PBSI)

BOGORTODAY.COM – Pasangan ganda putra peringkat 4 dunia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, melakukan evaluasi mendalam usai merampungkan rangkaian Tur Eropa bulan lalu. Salah satu sorotan utama adalah kekalahan mereka di babak 16 besar All England Open 2026 dari kompatriot sekaligus junior mereka di Pelatnas Cipayung, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Kekalahan di Birmingham tersebut menjadi hasil negatif ketiga beruntun Fajar/Fikri saat bertemu Raymond/Joaquin, yang membuat rekor pertemuan keduanya kini menjadi 0-3. Sebelumnya, Fajar/Fikri juga harus mengakui keunggulan juniornya itu di final Australia Open 2025 dan perempat final Indonesia Masters 2026.

Faktor Pendampingan Pelatih dan Kecepatan Lawan

Fajar Alfian mengungkapkan bahwa bertanding melawan rekan senegara tanpa didampingi pelatih di pinggir lapangan memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam hal strategi.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

“Evaluasi dari Eropa banyak sekali, terutama saat berhadapan dengan teman sendiri tanpa pendampingan pelatih. Kadang kami merasa sedikit blank untuk membaca kelemahan lawan di lapangan,” ujar Fajar saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (1/4/2026).

Pemain berusia 31 tahun tersebut juga menyoroti aspek fisik pemain-pemain muda yang kini menjadi pesaing berat. “Menghadapi pasangan muda dengan speed dan power yang luar biasa, kami harus mencari cara untuk mengantisipasi itu semua dengan lebih cepat,” tambahnya.

Kejutan Raymond/Joaquin di Karpet Abu-abu

Di sisi lain, pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tampil impresif dalam debut mereka di All England 2026 dengan menembus babak semifinal. Nikolaus Joaquin mengakui bahwa atmosfer “karpet abu-abu” di Birmingham memberikan motivasi tambahan.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

“Bermain di karpet abu-abu All England itu auranya berbeda. Senang sekali bisa mencobanya dan berharap tahun depan bisa kembali lagi. Namun, evaluasi kami selanjutnya adalah harus lebih konsisten,” tutur Joaquin.

Meski gemilang di Inggris, performa pasangan peringkat 13 dunia ini sempat menurun di Swiss Open dan Orleans Masters akibat faktor kebugaran. “Fokus sempat turun dan ada kendala kesehatan pada telapak kaki (kapalan) Joaquin yang cukup mengganggu,” ungkap Raymond Indra.

Editor : Aditya Nugraha

Sumber : Liga Olahraga

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================