Ketegangan di Selat Hormuz: Dibuka untuk Kapal Dagang, Namun Bayang-Bayang Blokade Masih Ada

Selat Hormuz
Ketegangan di Selat Hormuz: Dibuka untuk Kapal Dagang, Namun Bayang-Bayang Blokade Masih Ada. (Foto: REUTERS)

BOGORTODAY.COM – Situasi di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia setelah pemerintah Iran menyatakan jalur pelayaran tersebut kini terbuka bagi kapal komersial. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, seiring berlangsungnya masa gencatan senjata di kawasan.

Ia menegaskan bahwa kapal dagang diperbolehkan melintas melalui rute yang telah diatur oleh otoritas maritim Iran selama periode gencatan senjata masih berlaku. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas perdagangan di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.

Respons Amerika Serikat dan Sikap Donald Trump

Pernyataan dari Iran segera mendapat tanggapan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyambut kabar tersebut, namun menegaskan bahwa kebijakan blokade laut terhadap Iran tetap diberlakukan.

BACA JUGA :  10 Strategi Memasak Hemat agar Pengeluaran Makan Tetap Terkendali di Tengah Kenaikan Harga

Menurutnya, pembatasan ini hanya ditujukan kepada Iran dan akan terus berlangsung hingga seluruh proses negosiasi antara kedua negara selesai sepenuhnya. Ia juga menyebut bahwa kesepakatan sebenarnya sudah mendekati tahap akhir, meski masih menyisakan sejumlah poin penting.

Operasi Militer AS dan Blokade Pelabuhan Iran

Ketegangan meningkat setelah militer AS, melalui United States Central Command (CENTCOM), mulai menjalankan operasi blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Langkah ini bertujuan membatasi pergerakan kapal yang keluar masuk wilayah Iran di sekitar Teluk Persia dan Teluk Oman. Kapal yang melanggar aturan berisiko dicegat, dialihkan, bahkan ditahan.

BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Meski begitu, kapal yang membawa kebutuhan kemanusiaan seperti makanan dan obat-obatan tetap diperbolehkan melintas, dengan syarat melalui pemeriksaan ketat.

Di sisi lain, kekuatan militer AS juga diperkuat dengan kehadiran kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan tersebut, didukung oleh kapal perusak berpeluru kendali.

Ancaman dan Reaksi Iran

Pemerintah Iran merespons keras kebijakan tersebut. Mereka memperingatkan bahwa jika keamanan negaranya terganggu, maka tidak ada wilayah pelabuhan di kawasan itu yang bisa dianggap aman.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================