BOGORTODAY.COM – Menitipkan doa kepada orang yang sedang menunaikan ibadah haji menjadi kebiasaan yang cukup umum di masyarakat.
Hal ini tidak lepas dari keyakinan bahwa Tanah Suci merupakan tempat yang penuh keberkahan, sehingga doa yang dipanjatkan di sana memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.
Karena itu, banyak orang berharap bisa “ikut didoakan” oleh keluarga atau kerabat yang berangkat haji. Meski demikian, dalam ajaran Islam, ada sejumlah etika yang perlu diperhatikan agar praktik ini tetap sesuai dengan tuntunan syariat.
Hukum Menitipkan Doa
Secara umum, para ulama membolehkan seseorang meminta didoakan oleh orang lain, termasuk kepada jemaah haji. Hal ini tetap sah selama keyakinannya lurus, yakni hanya Allah yang berhak mengabulkan doa, bukan perantara tersebut.
Anjuran ini juga sejalan dengan kisah sahabat Nabi, Umar bin Khattab, yang pernah meminta didoakan oleh Nabi Muhammad saat hendak melaksanakan umrah. Dalam riwayat tersebut, Nabi bahkan menganjurkan agar tidak melupakan saudaranya dalam doa.
Hal ini menunjukkan bahwa meminta doa kepada orang yang sedang beribadah di tempat mulia adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam Islam.
Adab yang Perlu Diperhatikan
Meski diperbolehkan, ada adab yang tidak boleh diabaikan. Salah satu yang ditekankan oleh Buya Yahya adalah agar tidak membebani jemaah haji.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















