BOGORTODAY.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan adanya komitmen pasokan minyak mentah dari Rusia sebesar 150 juta barel.
Kesepakatan ini merupakan hasil dari pertemuan antara Prabowo Subianto dan Vladimir Putin dalam kunjungan bilateral beberapa waktu lalu.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa minyak tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional hingga akhir tahun 2026.
Namun, realisasi pasokan masih berada pada tahap komitmen awal dan akan ditindaklanjuti dengan skema teknis yang lebih rinci.
Pengiriman Dilakukan Bertahap
Yuliot menegaskan bahwa pengiriman minyak tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap. Hal ini mempertimbangkan keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak di dalam negeri.
Menurutnya, jika seluruh pasokan dikirim dalam satu waktu, Indonesia membutuhkan fasilitas penyimpanan yang sangat besar. Oleh karena itu, strategi distribusi bertahap dinilai lebih realistis dan efisien untuk menjaga stabilitas pasokan energi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















