Jadi Favorit, Kenapa Mi Instan Sulit Ditolak

Mie Instan
Ilustrasi Mie Instan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Selama bertahun-tahun, mi instan sering dianggap sebagai makanan yang kurang sehat. Kandungan garam, lemak, dan proses pengolahannya membuat banyak orang mengaitkannya dengan berbagai risiko kesehatan.

Namun, di balik anggapan tersebut, kenyataannya mi instan masih menjadi salah satu makanan yang paling digemari di dunia. Bukan hanya karena murah, tetapi juga karena rasanya yang enak, praktis, dan mudah dibuat kapan saja.

Popularitas mi instan terus meningkat. Permintaan global terhadap makanan ini diperkirakan masih akan tumbuh dalam beberapa tahun ke depan karena semakin banyak orang memilih makanan cepat saji yang tetap memiliki cita rasa kuat.

Kenapa Mi Instan Sulit Ditolak?

Ada alasan ilmiah mengapa banyak orang sulit berhenti menikmati mi instan. Makanan ini memiliki kombinasi rasa yang mampu membuat otak merasa puas.

BACA JUGA :  Hadirkan B-Smart CORPU, Strategi Baru Cetak ASN Kota Bogor Unggul dan Profesional

Perpaduan antara karbohidrat, lemak, garam, dan bumbu dengan rasa kuat membuat mi instan termasuk makanan yang memiliki tingkat “kenikmatan tinggi”. Sensasi inilah yang membuat banyak orang merasa nyaman setelah menyantap semangkuk mi hangat.

Apalagi ketika sedang lelah, sibuk, atau tidak punya banyak waktu untuk memasak, mi instan menjadi pilihan yang praktis. Cukup beberapa menit, makanan sudah siap disantap.

Berawal dari Jepang

Perjalanan mi instan dimulai dari Jepang pada 1958. Makanan ini diciptakan oleh Momofuku Ando, pendiri Nissin Foods, saat Jepang masih mengalami masa sulit setelah perang.

Saat itu, Ando ingin membuat makanan yang mudah dibuat, tahan lama, terjangkau, tetapi tetap memiliki rasa yang enak.

BACA JUGA :  PWI Pusat Buka Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Penataan Organisasi Dimulai

Ide tersebut muncul ketika ia melihat istrinya menggoreng tempura. Dari proses itu, ia menemukan bahwa mi yang digoreng bisa dikeringkan dan kembali matang ketika disiram air panas.

Hasil inovasi tersebut melahirkan Chicken Ramen, yang dikenal sebagai mi instan pertama di dunia. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1971, Nissin kembali membuat terobosan dengan menghadirkan Cup Noodles, yaitu mi instan dalam wadah yang lebih praktis.

Sejak saat itu, mi instan menyebar ke berbagai negara dan menjadi makanan yang dikenal hampir di seluruh dunia.

Indonesia Jadi Salah Satu Pecinta Mi Instan Terbesar

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================