Perundingan Damai Konflik Suriah Dihentikan

SURIAH TODAY – Televisi pemerin­tah Suriah melaporkan bahwa ten­tara pemerintah sudah menembus pertahanan di dua kota di barat laut Aleppo. PBB telah menghentikan se­mentara perundingan damai dalam upaya mengakhiri lima tahun perang sipil di Suriah, hanya beberapa hari setelah dimulai.

Namun utusan khusus PBB Staf­fan de Mistura menegaskan bahwa itu tak berarti perundingan telah gagal dan akan dimulai lagi pada 25 Februari. Masing-masing pihak menyalahkan yang lainnya atas am­bruknya perundingan.

Perundingan terhenti setelah pemerintah Suriah menyatakan bah­wa mereka telah melancarkan seran­gan balasan pada oposisi dan memo­tong jalur persediaan kunci ke kota Aleppo yang dikuasai pemberontak.

Televisi pemerintah Suriah mel­aporkan bahwa tentara pemerintah sudah menembus pertahanan di Nubul dan Zahraa, dua kota di barat laut Aleppo.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Mengenai perundingan, Mistura mengakui bahwa “masih banyak yang harus dilakukan”. “Ini bukan akhir dan ini bukanlah kegagalan pe­rundingan,” katanya.

Oposisi marah mengetahui bah­wa serangan pemerintah yang didu­kung pesawat Rusia terus berlanjut saat perundingan.

“Mereka datang dan mereka tetap di sini. Kedua belah pihak menegaskan bahwa mereka bermi­nat untuk memulai proses politik.”

Kepala delegasi pemerintah Su­riah, Bashar Jaafari, menyalahkan oposisi atas penghentian tersebut. Bashar menuduh mereka bertindak di bawah perintah Arab Saudi, Qatar dan Turki “untuk menggagalkan pe­rundingan,” kata televisi pemerin­tah Suriah.

Dengan menyalahkan pemerin­tah atas kegagalan itu, oposisi Su­riah, Komite Negosiasi Tinggi HNC mengatakan mereka tak akan kemba­li sampai kondisi di lapangan mem­baik. “Seluruh dunia melihat siapa yang menggagalkan negosiasi. Siapa yang mengebom warga sipil dan membuat mereka kelaparan,” kata kepala kordinator HNC Riad Hijab.

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

Oposisi marah mengetahui bah­wa serangan pemerintah yang didu­kung pesawat Rusia terus berlanjut saat perundingan berlangsung, sep­erti di Aleppo.

AS mengatakan Rusia bisa dis­alahkan atas penghentian perund­ingan, dengan mengatakan bahwa serangan udara dengan sengaja me­nyasar kelompok oposisi.

Namun sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan bahwa mereka tak akan menghentikan serangan udara. “Sampai kami benar-benar men­galahkan organisasi teroris seperti Front al-Nusra,” tandasnya.

(Yuska Apitya/net)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================