Sebagai salah satu sekolah Adiwiyata, SMPN 8 Kota Bogor, Jl Ahmad Yani, Tanah Sareal memiliki kemampuan mengelola lingkungan hijau sempit menjadi asri dan hijau. Halaman seÂkolah yang tak terlalu luas pun penuh dengan koleksi pohon buah yang sudah mulai panen seperti mangga, rambutan, jambu jamaika.
RICKY ISKANDAR
[email protected]
‘’Kami selalu berusaha menjaga lingkunÂgan sekolah tetap hijau, sejuk, dan bersih dari sampah,’’ kata Kepala SMPN 8 Kota Bogor Hj Yuliani Triningsih MP.d di acara penanaman pohon bersama Bogor Hejo Surat Kabar Harian Bogor Today, Jumat (19/2/2016)
Wanita bertubuh mungil namun sangat teÂgas dan cekatan ini, mengaku selalu mengajak anak-anak didiknya untuk memelihara pohon-pohon yang mereka tanam. Dia juga tampak sangat mencintai pepohonan. Itu sebabnya, meskipun Tim Bogor Hejo datang mendadak, tetap saja diterima dengan baik dan sangat ramah. ‘’Kami selalu menerima tawaran menaÂnam pohon dari siapapun, apalagi ini dari Surat Kabar Bogor Today,’’ katanya.
Pemimpin Redaksi Bogor Today Alfian MuÂjani yang didampingi Sekretaris Bogor Hejo Tato Marsito, Aamalia Dian, dan tamu dari UniÂversitas Sebelas Maret Solo Bambang SudarsoÂno SH, MH datang ke SMPN 8 memang secara mendadak. ‘’Mohon maaf, jika kehadiran kami agak merepotkan. Kami hanya ingin menumpÂang menanam pohon di ruang yang masih terÂbuka,’’ katanya.
Alfian menjelaskan misi dari kegiatan penaÂnaman pohon setiap hari yang dilakukan Bogor Today. ‘’Apa yang kami lakukan hanya sebagai ikhtiar untuk mengembalikan Kota Bogor menÂjadi kawasan hijau, asri, dan sejuk,’’ katanya.
Selain itu, menurut Alfian, gerakan Bogor Hejo juga bertekad untuk membangun keÂsadaran baru di lingkungan para pelajar dan masyarakat luas tentang pentingnya pohon bagi perbaikan kualitas hidup umat manusia. ‘’BayÂangkan jika di ligkungan kita tak ada lagi pohon, betapa panasnya bumi ini. Karena itu, kegiatan penanaman pohon seharusnya menjadi kebiÂasaan kita semua,’’ katanya.
Bambang Sudarsono mendapat kehormatan untuk memandu kuis pohon bersama Amalia Dian. Kuis ini merupakan metode yang digunaÂkan Bogor Hejo dalam melakukan edukasi tenÂtang nama-nama pohon, manfaat pohon bagi kehidupan, dan menguji kembali pemahaman para pelajar tentang aneka jenis pohon. ‘’PoÂhon ini ibarat rambut di kepala kita. Jika kita punya rambut lebat, ketika diguyur dengan air tak langsung menyentuh dasarnya. Tetapi kalau kepala tanpa rambut, maka air akan langsung menyentuh kulit kepala. Begitu juga jika di bumi tak ada pohon, maka air akan langsung menerÂjang tanah. Bisa longsong dan banjir,’’ katanya.
Kuis pohon yang dipandu Bambang SudarÂsono ini berlangsung seru dan membuat para pelajar SMPN 8 tambak bergembira. Mereka berusaha keras menebak nama-nama pohon yang ditunjukan Bambang dan Amel, panggilan Amalia dian. Acara penananam pohon dipandu oleh Sekretaris Bogor Hejo Tato Marsito.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















