Sebagai Mantan Mentri Pertanian di Era Kabinet Indonesia Bersatu, Dr Anton Apriyantono memiliki pandangan yang sangat jelas tentang kegiatan menanam pohon. Bahkan Anton menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai gaya hidup.
HENDI NOVIAN
[email protected]
Minggu (3/4/2016) kemarin Anton bersama rekan-rekannya Alumni angkatan 15, mengundang Tim Bogor Hejo untuk menanam pohon bersama warga dampingan yang berada di Kampung Bojongsari. Desa Ciapus. Kecamatan Ciomas. Kabupaten Bogor. Hadir pada acara ini Tim Bogor Hejo (Koran Harian Bogor Today, RAPI Kota Bogor, Alumni Fahutan Angkatan 28) serta Alumni IPB angkatan 15 tahun 1978 yang tergabung dalam AMB15SI (Angkatan Mogok Belajar Ingin Situasi Stabil)
Para relawan Bogor Hejo tak mudah mencapai lokasi penanaman, karena memang lokasi tersebut berada tepat di bawah Gunung Salak. Untuk sampai ke lokasi harus melewati beberapa jalan berlumpur. Namun Tim Bogor Hejo, Alumni Fahutan 28, RAPI, AMB15SI tetap semangat untuk tetap menanam pohon.
Tiba pukul 08:15 WIB, Relawan Bogor Hejo langsung disambut tuan rumah. Dalam sambutanya, Ketua Relawan Tanam Pohon Hari Priyadi menjelaskan kegiatan yang dilakukannya sejak 22 November 2015 silam. Dengan melakukan kegiatan tanam pohon setiap hari sambil mengedukasi masyarakat, Hari berharap bisa menanamkan cinta lingkungan kepada seluruh warga. “Penanaman ini sudah kami lakukan sejak November lalu. Bahkan kini kegiatan itu dilakukan setiap hari di sekolah-sekolah, tak lain untuk membentuk sinergisitas dan gerakan moral terutama pada anak-anak agar bisa menjaga lingkungannya,’’ katanya.
Penyerahan bibit pohon secara simbolis pun dilakukan. Kali ini Wakil Ketua DPRD Kota Bogor yang juga Alumni Fahutan, Heri Cahyono menyerahkan bibit pohon tersebut kepada Anton Apriyantono, yang sekaligus menjadi Ketua Yayasan AMB15SI.
Usai penyerahan relawan bersama warga dampingan dibagi menjadi dua tim, itu karena lokasi penanaman yang terlalu luas. Usai menanam pohon, Anton meminta agar kegiatan menanam pohon setiap hari terus dilakukan di lahan terbuka maupun di daerah yang tak memiliki cukup lahan. Sebab, katanya, menanam pohon tak harus selalu di lahan terbuka. “Gerakan ini harus terus dijalankan. Jika tak ada lahan luas, maka kita masih bisa menanam di dalam pot. Karena menurut saya kunci dari kesejahteraan adalah menanam. Percuma punya uang banyak kalau hasil bumi sudah tak ada, maka banyak uang pun tak ada artinya. Jadi, kalau kita mau makan harus terus menanam,’’ ujarnya
Disinggung makin kritisnya lahan terbuka hijau di sebagian sudut Kota maupun Kabupaten Bogor akibat pesatnya pembangunan pemukiman, Anton sangat menyayangkan jika para pejabat hanya mementingkan materi semata. Karena bagi dia warisan terbaik bagi masa depan anak cucu adalah pohon. Anton pun berpesan agar ruang terbuka hijau dan lahan bertani harus tetap dipertahankan sesuai amanah yang tertera di Undang-Uandang.
Diujung berpincangan, Anton mengharap agar masyarakat bisa tanamkan gemar menanam, baik tanaman keras ataupun tanaman pangan. “Ya, Saya berharap masyarakat mulai sadar akan krisis lingkungan dan tergerak ingin menanam pohon sehingga dengan sendirinya mereka terlibat langsung dalam menjaga dan melestarikan lingkungannya,’’ tutupnya.
Diujung acara, relawan Bogor Hejo bersama warga dampingan menikmati hidangan yang telah disediakan Yayasan AMB15SI di lantai dasar padepokan yang sering dijadikan tempat mengedukasi warga. Usai menimati hidangan, tim bersama Warag Dampingan, Alumni Fahutan, keluarga besar AMB15SI memberikan cinderamata sebagai bentuk terimakasih. Cinderamata yang diberikan Tim Bogor Hejo kepada Yayasan AMB15SI berupa kaos bertuliskan Bogor Hejo. Sementara Yayasan AMB15SI memberikan sertifikat kepada SKH Bogor Today, RAPI Kota Bogor, dan Alumni Fahutan Angkatan 28. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















