Kredit Lunak Rp200 Juta untuk Nelayan

Nelayan membongkar ikan hasil tangkapan mereka di Pelabuhan Dadap, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Senin (28/4). Berdasarkan data Pemprov Jawa Barat, lebih dari 40 persen nelayan di wilayah itu masih berada ditaraf kemiskinan. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/Asf/Spt/14.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melarang penggunaan alat tangkap cantrang untuk menangkap ikan di laut. Namun penggantian alat tangkap membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Merespons kondisi tersebut, Susi punya jalan keluar. Ia menawarkan kemudahan kredit perbankan bagi para nelayan yang ingin membeli alat tangkap baru menggantikan cantrang yang selama ini digunakan. “Kita pertemukan dengan perbankan yang mau memberikan kredit senilai minimal Rp 200 juta sampai kecukupan kebutuhannya berapa,” ujar Susi saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Memastikan fasilitas kredit ini mudah diakses oleh para nelayan, Susi mengatakan akan membuka posko pelayanan di Kementerian Kelautan yang buka setiap hari kerja pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. “Mohon kepada para pemilik kapal cantrang yang ingin mengganti cantrang, saya siapkan posko setiap hari dari jam delapan sampai jam empat sore di kantor perizinan di KKP, untuk menghadap kepada Bu Krisna,” sambung dia.

BACA JUGA :  Apple Umumkan iOS 27 dan macOS 27, iPhone 11 Masih Kebagian Update

KKP kemudian akan memfasilitasi kredit kepada para nelayan untuk melakukan peminjaman kepada bank, yang juga akan merestrukturisasi utang nelayan yang telah jatuh tempo, dan dapat melakukan peminjaman kembali. “Bahkan kalau yang punya utang lama, perbankan akan merestrukturisasi sampai 2 tahun dan diberi utang baru,” tambahnya.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Mei 2026: Toyota Masih Dominan, Geely Masuk 10 Besar dan BYD Tersingkir

Hingga saat ini telah ada dua bank yang menjalin kerjasama dengan KKP terkait program fasilitas pembiayaan ini, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Sudah kita pertemukan kemarin perbankan dan nelayan untuk bisa mendapatkan pinjaman untuk bisa mengganti alat tangkap dan kapal baru. Jadi tolong segera dimanfaatkan. Saya harap dengan bertambahnya ikan di mana-mana, makin baik pengelolaan perikanan, ikan makin banyak, yang diuntungkan nelayan-nelayan pemilik kapal itu sendiri,” pungkasnya.(Yuska Apitya/dtk)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================