20671413135_16aae92d12_bYuska Apitya Aji

[email protected]

Proyek-Proyek properti dengan dukungan infrastruktur transportasi dinilai memiliki prospek yang cerah. Apalagi, kawasan hunian yang dikembangkan berdekatan dengan akses transportasi massal, seperti light rail transit (LRT). Harga properti di kawasan ini diyakini akan meningkat pesat.

Proyek-proyek properti dengan dukungan infrastruktur transportasi dinilai memiliki prospek yang cerah. Apalagi, kawasan hunian yang dikembangkan berdekatan dengan akses transportasi massal, seperti light rail transit (LRT). Harga properti di kawasan ini diyakini akan meningkat pesat. Pembangunan infrastruktur akan mengerek harga lahan dan properti.

Keberadaan infrastruktur seperti LRT akan mendorong terbukanya aksesibilitas dan kenaikan harga tanah dan properti, rata-rata bisa 15%-20% per tahun untuk jangka panjang. “Kehadiran LRT membantu pengembangaan proyek properti. Infrastruktur transportasi menolong pertumbuhan pengembangan maupun investasi properti,” tutur Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus, kemarin.

Direktur PT Adhi Karya Tbk Pundjung Setya Brata menegaskan, pembangunan LRT hingga kini masih sesuai jadwal. Dalam melakukan percepatan pembangunan proyek angkutan umum massal itu, Adhi Karya terus berkoordinasi dengan PT Jasa Marga Tbk. Tujuannya agar para pengguna jalan tol tidak terganggu, mengingat proyek LRT berada di sisi jalan tol.

“Perkembangan pembangunan tiga lintasan LRT kini sudah mencapai 10%. Kami optimistis dapat mencapai target,” urai Pundjung. Pada tahap pertama, Adhi Karya membangun tiga lintasan (trase) . Pertama, koridor Cawang-Cibubur sepanjang 14,3 kilometer (km). Kedua, koridor Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,3 km, di mana penumpang dapat berangkat dari stasiun Cawang, Halim, Jatibening, Cikunir, Bekasi Barat, Bekasi Timur. Ketiga, koridor Cawang-Dukuh Atas (10,5 km).

Pada tahap dua, Adhi Karya membangun tiga koridor sepanjang 41,5 km, yaitu lintasan layanan Bogor-Cibubur dan Dukuh Atas-Senayan, dan Palmerah-Grogol. Stasiun LRT Cawang yang berada di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, menjadi titik awal ketiga trase LRT yang berangkat dari Jakarta menuju Dukuh Atas, Bekasi, maupun Cibubur. Potensi properti di sekitar area awal hingga akhir perjalanan LRT kian menjanjikan.

Baca Juga :  Bank Pembiayaan AS, Mulai Mengurangi Kredit Kendaraan

Banyak permukiman dan bisnis akan tumbuh di sekitar kawasan awal, stasiun pemberhentian, hingga akhir angkutan massal itu. Nio Yantony, Direktur Utama PT Pikko Land Development Tbk, mengatakan, dengan adanya pengembangan LRT di Stasiun Cawang, transportasi sekitar Jakarta dipastikan lebih nyaman.

Sebagai titik awal perjalanan ketiga trase LRT di Jakarta, aktivitas ekonomi di sekitar Cawang dipastikan meningkat, sekaligus menjadi sentimen positif bagi industri dan pertumbuhan investasi properti. Dia menambahkan, sebelum proyek LRT Cawang mulai dioperasikan pada akhir 2017, para pemilik unit apartemen di Menara The Green Signature telah dapat menempatinya mulai Juni 2017.

Sedangkan, unit Menara The Light mulai diserahkan pada Desember 2016. Konsep one stop living yang diusung Signature Park Grande yang mendapat akses LRT kian representatif sebagai hunian masyarakat perkotaan karena lokasinya strategis dan dekat ke mana-mana (mobilitas) seperti pusat perkantoran, pendidikan, kesehatan, dan hiburan.  “Hunian Signature Park Grande yang berada di daerah sekitar titik awal perjalanan LRT Cawang merupakan peluang yang menjanjikan bagi enduser maupun investor properti,” kata Nio. Apartemen Signature Park Grande merupakan kawasan pengembangan terintegrasi yang terdiri dari dua menara, yaitu The Light (19 lantai) dan Green Signature (20 lantai), dengan total 2.500 unit bersertifikat strata title.

Setiap menara memiliki tiga tipe unit kamar (1 BR, 2 BR, dan 3 BR). Di lahan seluas 4,4 hektare ini, PT KSO Fortuna Indonesia, konsorsium anak usaha PT Pikko Land Development Tbk dengan PJM Group, juga mengembangkan pusat bisnis dan komersial tiga lantai, seperti Restoran Alfresco serta lifestyle center yang dilengkapi berbagai fasilitas berkelas dan lansekap hijau.

Baca Juga :  AS Mengalami Kerugian Mencapai 5,4 Miliar Dolar, Terkait Pinjaman Bantuan COVID-19

Terpisah, lembaga riset properti Jones Lang LaSalle (JLL), merilis kondisi pasar properti Jakarta di triwulan ketiga 2016. Pertumbuhan properti secara keseluruhan mengalami pelemahan dari beberapa sub sektor properti, seperti perkantoran dan residensial atau apartemen. Hal ini terjadi seiring dengan pelemahan kondisi ekonomi global dan pendapatan negara. “Pelemahan di sektor perkantoran terjadi karena kondisi ekonomi global dan GDP Indonesia,” ujar Head of Research dari lembaga riset properti Jones Lang LaSalle (JLL), James Taylor dalam media briefing di Gedung Bursa Efek Indonesia Lantai 19, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Lesunya industri properti tersebut salah satunya terlihat dari penyerapan permintaan untuk perkantoran. Secara year to date (ytd), penyerapan permintaan sampai triwulan III-2016 tercatat 10.000 meter persegi, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 50.000 meter persegi.

Selain itu, penurunan harga dan tingkat hunian kembali terjadi di triwulan III-2016, ini disebabkan karena banyak tenant atau penyewa masih melakukan efisiensi, terutama yang berhubungan dengan sektor minyak dan gas bumi. “Ini tidak memungkiri ke depan okupansi dan rental akan tertekan posisinya. Pasar penyerapan berasal dari e-commerce dan pelayanan bisnis. Sementara perusahaan minyak dan gas mengalami penurunan permintaan,” jelas dia.

Namun demikian, pasar properti Indonesia akan kembali bergairah pada 2017 mendatang. Salah satu penyebabnya adalah program Tax Amnesty. Program amnesti pajak akan memberikan sentimen positif terhadap sektor properti terutama kinerja pasar perumahan.  “Impact dari tax amnesty, juga di bulan 6 sampai 12 ini kita lihat. Impact dari tax amnesty itu bisa membawa market perumahan atau properti ke depannya,” pungkasnya.(*)


1 KOMENTAR

  1. Reading your content gave me a lot of interesting informations ,
    it deserves to go viral, you need some initial traffic only.

    How to get initial traffic? Search for: masitsu’s effective method

Comments are closed.