CIBINONG TODAY – Bupati Bogor, Ade Yasin menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan meminta bantuan TNI untuk membuka dan membangun Jalur Poros Tengah Timur (PTT) melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), jika pada tahun 2021 Pemprov Jawa Barat maupun pusat, tidak menyetujui pembangunan tersebut.

“Kalau tahun 2021 PTT tidak disetujui maka TMMD akan dipusatkan di situ. Tapi kalau disetujui, berarti TMMD Itu di wilayah lain,” tegas Ade Yasin.

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak infrastruktur khususnya jalan di Kabupaten Bogor yang aksesnya belum terbuka. Hal ini mengakibatkan terganggunya aktifitas masyarakat khususnya dalam perputaran roda ekonomi warga.

Ia menilai, pembukaan akses PTT akan sangat membantu masyarakat terutama dalam kelancaran aktifitas dan ekonomi. Sehingga, pembukaan jalur tersebut merupakan kebutuhan yang harus direalisasikan.

Ade Yasin pun memastikan jika jalur sepanjang 46 kilometer itu dibangun, kekhawatiran pusat akan adanya alih fungsi lahan dan akan timbulnya bangunan-bangunan baru seperti perumahan yang akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Dari kajian kami, ketika itu terbangun, maka akan mampu meningkatkan indek pembangunan manusia (IPM) bahkan mengurangi penngangguran karena transportasi berjalan dengan baik dan tentu akan ramai,” bebernya.

Maka dari itu, Ade Yasin berharap
pengajuan pembangunan Jalur PTT bisa terwujud. Dan pemerintah pusat bisa mempertimbangkan hal tersebut.

“Kami berharap ini meningkatkan perekonomian masyarakat. Kalau kecurigaan Kementerian Pupera untuk pengembangan perumahan, kami minta supaya kepercayaan Pupera kepada kami dibuatkan saja Perpres. Agar di jalan itu tidak dibangun perumahan atau dibuat greenbelt kanan kiri jalan,” jelas Ade Yasin. (Firdaus)

loading...