CIBINONG TODAY – Kurang lebih 5.000 pelanggan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, terhenti pasokan airnya akibat putusnya jembatan pipa distribusi Puspa Raya DN 400 mm dan DN 250 mm arah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu malam 12 September 2018 lalu. Hal tersebut dikatakan Dirop PDAM Tirta Pakuan Kabupaten Bogor Eka Bhinekas pada Jumat (14/09).

“Sejak terputusnya jembatan pipa arah bojonggede kurang lebih 5.000, pelanggan kami terhenti pasokan airnya mulai malam kamis kemarin,” ungkapnya.

Ditambahkan Eka, dirinya mengucapkan terima kasih kepada petugas, bahwa sejak jum’at pukul 5.00 pagi, berkat kesigapan petugas, pasokan air bersih kembali mengalir dengan memasang pipa HDPE sementara di trotoar jembatan yang sudah dikoordinasikan dengan pihak PUPR.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama pelayanan dapat normal kembali. Selama pasokan terhenti mulai malam kamis hingga malam jumat pasokan air secara darurat tetap kami layani dengan menggunakan mobil tangki ke beberapa wilayah pelayanan yang terganggu,” terangnya.

Menurutnya, selama ini pihak PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor selalu melakukan kontrol dan pemeliharaan juga perbaikan dan pengamanan.

“Bisa dilihat dilapangan upaya – upaya kami melakukan pemeliharaan tersebut, terlihat sisa sisa pekerjaannya, namun terdapat satu sisi angkur penahan sling yang berada dekat pintu masuk water boom yang tidak bisa kami kontrol karena kondisinya sudah terkubur dibawah jalan masuk,” tuturnya.

Dikatakan Eka, pada saat pembangunan tahun 1996 kondisi angkur penahan sling tersebut masih terbuka dan mudah pemeliharaannya sama dengan angkur penahan di seberangnya, namun setelah terkubur kami kesulitan melihat kondisinya. Ada kemungkinan permasalahannya disana.

“Sebenarnya sudah ada upaya untuk antisipasi hal tersebut namun musibah mendahului rencana tersebut,” katanya.

Sementara Humas PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor Agus mengatakan, usai kejadian, pihak PDAM mendistribusikan air melalui mobilitas mobil tengki untuk antisipasi kebutuhan air bersih pelanggan.

Agus juga menambahkan, untuk saat ini rencana pemasangan pipa sekitar 2 sampai 3 meter didasar sungai, sementara pipa distribusi yang putus tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk pengambilan air baku atau pengolahan air. (Iman R Hakim)