14261819801591020763JAKARTA, Today-Kompetisi sepakbola nasional dipastikan tetap digelar oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam waktu dekat ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla ( JK).

Menurutnya, jika PSSI tidak mengelar kompetisi sepakbola nasional, puluhan juta ma­syarakat Indonesia akan menel­an kekecewaan yang besar.

“Jangan tutup kesempatan orang menikmati sepakbola dan juga olahraga. Kalau golf mau dibekukan biar saja, kan hanya bersifat pribadi. Tapi ini sepakbola lebih banyak penon­tonnya daripada pemainnya,” ujar JK di Kantor Wakil Pres­iden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta.

Selain itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar menegas­kan, Menteri Pemuda dan Olah­raga (Menpora) Imam Nahrawi harus merevisi dan mengkaji ulang langkah membekukan PSSI. Pasalnya, dampak besar akan timbul dari kebijakan tersebut.

“Menpora sebagai menteri mengajukan konsep revisi. Jadi dia mengajukan ke saya konsep revisi, bukan saya yang menga­jukan,” katanya.

Mendapat lampu hijau dari orang nomor dua di Republik Indonesia ini, PSSI langsung bertindak cepat setelah Men­pora mencabut surat pem­bekuan. Sebagai langkah awal, PSSI akan melakukan rapat un­tuk menentukan jadwal kom­petisi QNB League 2015-2016.

Menpora mencabut pem­bekuan PSSI setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan pertemuan tertutup bersama Menpora Imam Nahrawi, Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Pan­djaitan, Ketua Umum Komite Olimpiade In­donesia, Rita Subowo, dan Ket­ua Dewan Kehor­matan PSSI, Agum Gumelar di Istana Wakil Presiden.

Kisruh PSSI vs Men­pora dimulai setelah Imam Nahrawi menge­luarkan surat pembekuan pada 17 April 2015 atau se­hari sebelum Kongres Luar Biasa yang digelar pada 18 April 2015.

Menpora juga tidak men­gakui La Nyalla Mattalitti seb­agai Ketua Umum PSSI dan se­luruh pengurus di bawahnya.

Setelah pertemuan tertutup dilakukan, Menpora melapor ke Presiden RI, Joko Widodo. Wapres JK menjanjikan su­rat resmi pencabutan pem­bekuan PSSI akan keluar Senin (25/5/2015).

“Kami (PSSI,red) segera melakukan rapat setelah kepulangan saya dari Zurich. Kemungkinan QNB League 2015-2016 bergulir September 2015,” terang La Nyalla.

Turnamen Pramusim Dilan­jutkan

Setelah adanya putusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), yang mengab­ulkan per­m o ­h o n a n Persatuan Sepak Bola Seluruh Indo­nesia (PSSI), PT Liga Indonesia (PT LI) masih dapat memberikan per­encanaan format tur­namen pra-musim.

Putusan PTUN tersebut, membuat Surat Keputusan (SK) Menpora per 17 April berupa pembekuan PSSI, sementara tidak berlaku.

Tim Transisi yang sebelum­nya dibentuk untuk menjalankan kompetisi, mengelola tim nasion­al Indonesia, d a n membentuk kepengurusan PSSI yang baru pun harus berhenti.

“Kami akan berkoor­dinasi dengan P S S I lebih dulu. Saya mendengar Komite Eksekutif PSSI akan mengadakan rapat untuk me­nyikapi perkembangan tera­khir. Posisi Liga Indonesia, menyiapkan semua opsi yang rasional. Mungkin saja, dalam 2 hingga 3 hari ke depan,” terang CEO PT LI, Joko Driyono.

Pihaknya masih harus men­dalami dan dibicarakan dengan patner, yang sebelumnya telah dibatalkan. Yang jelas, event itu ada tiga tahapan penting. Perta­ma inovasi event atau produknya dalam konteks bisnis. Itu di­barengi aspek teknis. Kemudian tahap ketiga implementasi, per­izinan dan sebagainya.

Dilanjutkannya lagi, me­nyikapi persoalan saat ini, tahap ketiga harus berada di nomor satu sesuai pengalaman. Karena itu, pihaknya justru ingin benar-benar memastikan hal men­dasar tersebut terpenuhi.

“Dengan demikian, agar fase berikut terkait produk, jadwal, pasti dengan patner. Itu saya rasa perlu pembicaraan lan­jutan,” pungkasnya.

(Imam/net)