CIBINONG TODAY – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menunggu keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang kerap memperkenalkan program The City of Sport and Tourism sebagai program prioritas lima tahun ke depan.

Rudy mengatakan, keseriusan Pemkab Bogor akan terlihat ketika pemerintah menganggarkan lebih dalam Anggaran Pendapan Belanja Daerah (APBD) 2020 untuk membangun The City of Sport and Tourism.

“Ya kita akan lihat nanti, apakah Pemkab serius membangun kota olahraga dan pariwisata atau tidak,” cetus Rudy, Senin (7/10/2019).

Jika Pemkab Bogor tidak menganggarkan lebih dalam APBD 2020 untuk program tersebut, maka pemerintah menurut Rudy hanya sebatas niat bukan ingin mewujudkan.

“Kalau tidak masuk cukup besar untuk program itu, ya berarti Pemkab Bogor baru niat saja,” tegas dia.

Keseriusan Pemkab Bogor juga kata Rudy akan terdorong dengan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) olahraga. Dia pun mengharapkan BUMD tersebut bisa dibangun oleh pemerintah. BUMD Olahraga, kata Rudy, akan menjadi operator utama dalam penataan hal-hal yang berkaitan olahraga.

“Kami sangat mendukung Sport and Tourism menjadi ruh baru Kabupaten Bogor. Tapi, semua itu harus dibarengi dengan pembentukan BUMD Olahraga,” kata Rudy.

Menurutnya, pembentukan BUMD Olahraga merupakan langkah konkret dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Rudy juga mengatakan, program pembinaan dan pembibitan atlet dari semua cabang olahraga harus jadi prioritas utama.

“Kami ingin duduk bareng dengan Dispora, KONI dan juga Dinas Pariwisata. Untuk sama sama bekerja dan mensukseskan program The City of Sport and Tourism,” ungkap Poltisi Gerindra itu.

Sementara, untuk mewujudkan program itu, Bupati Ade Yasin sebelumnya menegaskan bahwa Pemkab Bogor membuka keran investasi kepada para investor. Pemkab memberikan karpet merah untuk para pemilik modal agar bisa menaruh uangnya dan membuka usaha di Bumi Tegar Beriman. Bupati Bogor Ade Yasin menyebut, langkah itu merupakan upaya Pemkab Bogor untuk meningkatkan nilai investasi. Di samping mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Bogor.

“Kabupaten Bogor harus ramah, jangan lagi investor dibebani persoalan yang menumpuk di muka, baik di perizinan dan lain sebagainya. Tapi bagaimana kita harus membuat perizinan lebih mudah agar hasilnya ketika mereka sudah duduk disini, mereka akan memberikan manfaatnya bagi Kabupaten Bogor, salah satunya adalah lapangan kerja,” kata Ade Yasin.

Pada prinsipinya, menurut Ade Yasin, Pemkab Bogor ingin everybody happy (semuanya senang). Baik investor maupun pemerintah bahkan masyarakat, bisa merasakan manfaatnnya.

“Jadi ada prinsip kolaboratif di sini. Kita ingin semuanya merasakan manfaatnya. Dan saya ingin orang yang dipekerjakan adalah warga saya, kecuali untuk jabatan tenaga ahli yang memang memerlukan tenaga khusus,” ungkapnya.

Meski begitu, Ade Yasin pun menegaskan para investor tetap harus mematuhi aturan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kami tidak ingin ada pengusaha disini tapi kerjanya melanggar hukum terus. Seperti membuang limbah sembarangan atau tidak mematuhi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan lain sebagainya. Itu juga akan menjadi bahan pertimbangan kami. Kami akan ramah terhadap mereka yang memenuhi atau mematuhi regulasi yang kami berlakukan,” tandasnya. (Firdaus)

loading...