CIBUNGBULANG TODAY – Mediasi antara warga yang terdampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga dengan pihak pemerintah di Kantor Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor berujung pemukulan.

Video yang beredar, Ketua Forum silaturahmi warga galug (Fosga) Nanang menjadi korban pemukulan oleh oknum yang berpakaian warna merah. Bahkan, terlihat jelas dalam video tersebut, Nanang dipiting oleh oknum yang berseragam salah satu ormas ternama bahkan teman oknum ormas itu mencolok mata Nanang dan ada pula yang menjambak rambut Nanang.

“Saya tidak tahu persis siapa pelakunya, karena pada saat itu saya sendiri posisinya sudah terdesak dan dipiting. Saya tidak tahu siapa yang meprovokasi dan saya juga menyayangkan pihak kepolisian yang terkesan lamban menghadang masa yang mengeroyok saya,” tutur Nanang.

Nanang berencana akan melaporkan kejadian tersebut kepihak yang berwajib, karena menurutnya hal itu sudah melanggar hukum, karena dirinya menjadi korban pengeroyokan dan pemukulan. “Saya sudah melakukan visum dan sudah melakukan konsultasi untuk bantuan hukum,” katanya.

Dijelaskan Nanang, awalnya rencana akan melakukan aksi demo di pertigaaan Galuga yakni terkait peninjauwan kembali perjanjian kerjasama pengelolaan TPA Galuga. Dirinya melihat masih banyak hak dan kewajiban Pemkot Bogor dan Kabupaten Bogor yang belum terpenuhi.

“Sedangkan perjanjian kerjasama TPA Galuga bakal berhenti pada tahun 2020. Pihaknya berharap usulan perjanjian kerjasama tersebut di tindak lanjuti,” katanya.

Awalnya para pemulung mendapat informasi akan ada penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga, kondisi tersebut memancing amarah dan tidak setuju ada penutupan karena memutus mata pencaharian pemulung.

“Sehubungan dapet informssi dari berbagai pihak bahwa 3 desa yang terdampak terhadap TPA Galuga akan melakukan aksi ke kantor kecamatan Cibungbulang,”kata kordinator aksi warga Erwin Sunarya.

Hal senada dikatakan Camat Cibungbulang Yudi Nurjaman menjelaskan, ada miss informasi antara pemukung pemilah sampah dengan pihak nanang sebagai ketua posga demo penutupan galuga. Kami hanya memfasilitasi sehingga di rapat kedua bisa berjalan lancar.

“Yang jelas hari ini tidak ada penutupan TPA Galuga. Karena, awalnya aksi tersebut supaya ada perjanjian pemda dari Kota Bogor dan kabupaten bogor termasuk keinginan kompemsasi segera dicairkan,”jelasnya

Yudi juga mengaku, kompensasi biasanya 60  untuk bantuan langsung tunai dan 40 untuk infrastruktur. Karena,  pelaporan pun belum dilakukan secara rincian belum dijumlahlan tapi yang pasti ada tiga desa yang terkena dampak TPA Galuga.

“Untuk jumlahnya saya gak hapal, dan desa yang terdampak yakni Cijujung, Dukuh dan Galuga,”ucapnya. (Agus)

loading...